Legenda Lemah Ijo

URL Cerital Digital: https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/konmaspi/article/download/2591/1495/

Di masa lampau, ketika kerajaan-kerajaan besar masih berjaya di tanah Jawa, berdirilah sebuah gunung megah bernama Gunung Tunggorono. Gunung ini disebut-sebut sebagai gunung berapi aktif yang puncaknya menjulang tinggi, bahkan dikisahkan tak kalah gagah dibanding Gunung Semeru. Namun, keindahan itu suatu ketika berubah menjadi bencana besar.

Gunung Tunggorono meletus dengan dahsyat, menyemburkan material vulkanik dari kawahnya. Letusan itu menimbulkan aliran lahar dan abu yang terbawa hingga Sungai Brantas. Sungai besar itu meluap dan menyebabkan banjir bandang yang menakutkan. Peristiwa tersebut terjadi pada masa kepemimpinan Prabu Airlangga. Banyak daerah hancur akibat terjangan air bah, tetapi wilayah Jombang justru tetap bertahan.

Konon, masyarakat percaya bahwa hal itu terjadi karena adanya keraton gaib di kawasan Gunung Tunggorono yang melindungi daerah Jombang. Banjir besar memang meninggalkan jejak berupa endapan tanah yang luas, tetapi bukannya membawa kehancuran, endapan itu justru membuat tanah di Jombang semakin subur. Perlahan-lahan, tumbuhlah berbagai tanaman liar yang menutupi permukaan tanah. Dari kejauhan, hamparan itu tampak seperti lautan hijau yang membentang luas.

Karena pemandangan itu, orang-orang menamakan daerah tersebut dengan sebutan lemah ijo sing kambang, yang berarti tanah berwarna hijau yang seolah terapung. Nama itu semakin lama semakin sering digunakan, hingga akhirnya berubah penyebutannya menjadi Jombang.

Lahirnya nama Jombang dari legenda lemah ijo bukan hanya kisah tentang asal-usul sebuah daerah, tetapi juga mencerminkan betapa pentingnya kesuburan tanah dan tumbuhan hijau bagi kehidupan. Tanah yang diperkaya oleh material banjir Sungai Brantas kemudian menjadi lahan subur bagi berbagai tanaman pangan lokal. Dari tanah inilah masyarakat dapat bercocok tanam, menghasilkan padi, sayur, dan aneka tumbuhan lain yang menjadi sumber kehidupan sehari-hari.

Legenda ini mengajarkan bahwa bencana tidak selalu berarti kehancuran. Dari letusan gunung dan banjir yang dahsyat, justru lahir tanah yang subur, tumbuhan hijau yang menyejukkan pandangan, dan sumber pangan yang menopang generasi demi generasi. Jombang pun tumbuh menjadi daerah yang kaya akan hasil bumi, berkat tanah hijau yang dahulu lahir dari sebuah peristiwa besar.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.