Sumber Ular

URL Cerital Digital: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10157550759877196&id=100064874404732

Di Desa Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, terdapat sebuah sumber air yang menyimpan kisah unik. Letaknya berada di seberang jalan desa, melewati rel kereta api, dan tidak jauh dari area tambak yang menjadi mata pencaharian warga. Dahulu, sumber air ini menjadi tempat penting bagi masyarakat sekitar. Para ibu sering mencuci pakaian di sana, sementara anak-anak bermain dan belajar berenang.

Seorang warga yang masa kecilnya dihabiskan di Ketapang pernah menceritakan pengalaman pribadi. Ia hampir tenggelam di sumber air itu, namun secara ajaib justru belajar berenang dari peristiwa tersebut. Kenangan itu begitu melekat, apalagi karena sumber air ini memiliki keunikan yang jarang ditemukan di tempat lain.

Konon, hanya pada satu hari tertentu dalam setahun, sumber air itu dipenuhi ular. Warga menyebutnya sebagai musim kawin ular. Pada hari itu, tidak seorang pun berani mandi atau mencuci karena ular-ular memenuhi permukaan air. Namun, keesokan harinya ular-ular tersebut lenyap begitu saja, seolah kembali ke dunia gaib yang tak kasatmata. Fenomena ini menjadi cerita turun-temurun yang menambah aura mistis sumber air Ketapang.

Ketika tahun 2018 sang perantau kembali berkunjung ke desa, ia mendapati sumber air itu sudah berubah. Jika dahulu kedalamannya melebihi tinggi kepala, kini airnya hanya setinggi paha. Pemilik rumah di sekitar sumur bahkan tidak lagi mengetahui cerita tentang kawanan ular yang muncul setiap tahun. Mungkin karena pembangunan pemukiman di sekitar tambak membuat ular-ular itu pergi, meninggalkan jejak kenangan yang hanya tersimpan dalam cerita lama.

Keberadaan sumber air Ketapang sejatinya erat dengan kehidupan pangan masyarakat setempat. Letaknya yang berdekatan dengan tambak menjadikannya bagian dari siklus air yang mendukung keberlangsungan ikan bandeng dan udang, pangan khas pesisir Probolinggo. Dari sanalah lahir kuliner bandeng bakar, otak-otak bandeng, hingga udang goreng renyah yang menjadi kebanggaan Jawa Timur. Maka, sumber air ini bukan hanya menyimpan kisah mistis tentang ular, tetapi juga menjadi saksi bisu bagaimana air menjaga tambak tetap subur, menghasilkan pangan yang menghidupi masyarakat pesisir.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.