Punden Mbah Wala

URL Cerital Digital: https://www.pasak.or.id/2023/09/carita-pepundhen-mediyun-menelusuri.html

Di sebuah dusun bernama Sempuh, Desa Padas, Kecamatan Dagangan, Madiun, berdiri sebuah punden yang masih dijaga hingga kini. Punden itu dikenal sebagai Punden Mbah Wala. Bangunannya menyerupai rumah kecil dengan cungkup dan teras di bagian depan. Di sanalah masyarakat setempat percaya terdapat makam seorang tokoh yang dahulu begitu lekat dengan pohon aren.

Cerita tentang Mbah Wala masih bergaung di kalangan warga. Konon beliau pernah membuat minuman tradisional legen dari tangkai bunga dan batang pohon aren. Legen merupakan minuman fermentasi yang segar, lazim ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Biasanya minuman ini dibuat dari bunga siwalan atau lontar, tetapi bisa juga berasal dari manggar bunga kelapa atau enau. Mbah Wala adalah sosok yang tahu betul cara mengolahnya, sehingga namanya dikenang sebagai penjaga ilmu dari pohon aren.

Pohon aren sendiri tumbuh subur di sekitar punden. Dahulu masyarakat sekitar sering memanfaatkannya, terutama untuk membuat gula aren yang menjadi bahan penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun seiring berjalannya waktu, kemampuan membuat gula aren perlahan hilang. Meski begitu, warisan dari pohon aren tidak serta-merta lenyap. Bagian buahnya masih digunakan hingga kini untuk menghasilkan kolang-kaling.

Kolang-kaling adalah pangan yang akrab ditemui terutama saat bulan puasa. Teksturnya kenyal, rasanya segar, dan sering diolah menjadi campuran minuman manis atau hidangan pencuci mulut. Dari pohon aren yang tumbuh di sekitar Punden Mbah Wala, masyarakat tetap dapat merasakan manfaatnya melalui buah yang satu ini. Dengan demikian, meski tradisi membuat gula aren sudah jarang dilakukan, fungsi pohon aren sebagai sumber pangan masih terjaga.

Punden Mbah Wala tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh, tetapi juga simbol keterhubungan masyarakat dengan alam. Pohon aren yang menaunginya seakan menjadi pengingat bahwa setiap bagian tumbuhan memiliki nilai dan fungsi. Dari batang yang menghasilkan legen, hingga buah yang menjadi kolang-kaling, semuanya menunjukkan betapa erat hubungan manusia dengan alam dalam tradisi pangan Jawa Timur.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.