Desa Sumber Kedawung

URL Cerital Digital: https://lppm.unisya.ac.id/2025/01/09/pohon-kedawung-dan-mata-air-kisah-abadi-desa-sumber-kedawung/

Di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terdapat sebuah desa yang namanya lahir dari jejak alam dan kearifan leluhur, yaitu Desa Sumber Kedawung. Nama desa ini tidak muncul begitu saja, melainkan berasal dari kisah pohon kedawung yang dahulu berdiri gagah di samping sebuah mata air jernih.

Alkisah, pada masa lampau desa ini dikenal dengan sumber mata airnya yang segar, mudah ditemukan, dan melimpah. Hanya dengan menggali tanah sedalam satu hasta, air jernih sudah mengalir. Salah satu sumber paling terkenal berada di RW 6, di mana berdiri sebuah pohon kedawung besar. Pohon ini tumbuh subur di tepi mata air, memberikan keteduhan, kesejukan, sekaligus rasa aman bagi masyarakat sekitar.

Bagi warga, pohon kedawung bukan sekadar peneduh. Buahnya yang berkulit keras dan bijinya yang khas dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tradisi Jawa, kedawung sering digunakan sebagai obat alami untuk gangguan pencernaan, penghangat tubuh, sekaligus penyedap masakan yang memberi aroma khas. Karena itu, kedawung bukan hanya bagian dari lanskap alam, tetapi juga bagian dari pangan dan kesehatan masyarakat desa. Kehadirannya di samping sumber air menjadikannya simbol keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani.

Konon, masyarakat pada masa itu juga memandang pohon kedawung memiliki nilai spiritual. Orang-orang percaya pohon ini menjadi penjaga mata air, sehingga keberadaannya tidak boleh diganggu. Mereka menjaga, merawat, dan hidup berdampingan dengan pohon kedawung seolah-olah ia adalah bagian dari keluarga besar desa. Sejak saat itulah, tempat tersebut dikenal dengan nama Sumber Kedawung, sebuah nama yang merekam kebesaran alam dan kepercayaan masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, pohon kedawung yang dahulu megah kini tidak lagi sepopuler dulu. Namun jejak sejarahnya masih terasa kuat. Sumber air itu kemudian dipagar dan dicor untuk melindungi kebersihannya, agar tidak rusak oleh tangan-tangan yang lalai. Meski bentuk fisiknya berubah, nilai sejarah dan spiritual tetap dijaga. Cerita tentang pohon kedawung terus diceritakan turun-temurun sebagai bagian dari identitas desa.

Hari ini, Desa Sumber Kedawung bukan hanya sekadar sebuah wilayah geografis, melainkan simbol kebijaksanaan leluhur yang memahami betapa pentingnya pangan dan alam. Pohon kedawung mengingatkan kita bahwa sumber kehidupan tidak hanya datang dari air yang jernih, tetapi juga dari buah-buahan yang memberi nutrisi dan kesehatan. Itulah sebabnya nama Sumber Kedawung masih dikenang dan menjadi warisan tak ternilai bagi generasi penerus.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.