Pada masa silam, di lereng Gunung Argopuro, hiduplah seorang puteri jelita bernama Dewi Rengganis. Kecantikannya masyhur hingga ke berbagai negeri. Namun, di balik parasnya yang rupawan, Dewi Rengganis memendam sebuah penderitaan besar. Ia merasa dirinya belum sempurna sebagai seorang perempuan, sebab ia kehilangan tanda kewanitaan yang seharusnya ada. Hatinya gundah, hidupnya diliputi rasa malu, dan ia terus berdoa agar Sang Hyang Widi memberikan jalan keluar.
Melihat kesedihan putrinya, Jin Pandita, sang ayah, ikut prihatin. Dengan hati penuh kasih, ia memutuskan untuk bertapa, memohon petunjuk pada dewata. Dalam pertapaannya yang panjang, Jin Pandita mendapat bisikan gaib. Petunjuk itu mengatakan bahwa tanda kewanitaan Dewi Rengganis dapat dipulihkan dengan menggunakan sehelai daun alang-alang. Setelah keluar dari semedinya, Jin Pandita segera menyampaikan wahyu tersebut kepada putrinya.
“Anakku,” ucap Jin Pandita dengan lembut, “gunakanlah daun alang-alang ini. Atas izin Sang Hyang Widi, engkau akan kembali sempurna sebagai seorang perempuan.”
Dewi Rengganis pun menuruti pesan ayahnya. Dengan penuh keyakinan, ia menggoreskan ujung daun alang-alang itu pada tubuhnya. Ajaibnya, seketika tanda kewanitaan pun terbentuk kembali. Dewi Rengganis tersenyum lega, bersyukur karena akhirnya ia dianugerahi kesempurnaan seorang perempuan. Tak lama berselang, ia pun dikaruniai seorang putera yang kelak diberi nama Kuriwesi. Sejak saat itu, Dewi Rengganis hidup bahagia bersama keluarganya.
Daun alang-alang yang telah dipakai kemudian dibuang begitu saja. Namun, keajaiban belum berakhir. Daun itu berubah menjadi tanaman baru yang harum, yaitu sereh atau serai. Wangi sereh menyebar ke sekitarnya, dan sejak saat itu tanaman ini tumbuh subur di kawasan Gunung Argopuro.
Masyarakat Jawa Timur meyakini bahwa hadirnya tanaman sereh adalah warisan dari kisah Dewi Rengganis. Sereh kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dapur, ia digunakan sebagai bumbu masakan yang memberi aroma harum pada sayur lodeh, gulai, dan aneka olahan daging. Dalam minuman, sereh direbus menjadi wedang yang menyehatkan, menghangatkan tubuh, serta dipercaya mengusir masuk angin. Lebih dari itu, sereh juga dikenal sebagai obat tradisional yang mampu meredakan sakit perut, mengatasi flu, bahkan menenangkan pikiran.
Dengan demikian, legenda Dewi Rengganis bukan hanya kisah tentang kesempurnaan seorang puteri, tetapi juga kisah tentang lahirnya tanaman yang penuh manfaat. Sereh menjadi bukti bagaimana alam dan budaya berpadu, menghadirkan pangan, obat, sekaligus simbol berkah yang diwariskan turun-temurun di Jawa Timur.