Cerita Asal Usul Sumurmati Sumberasih

URL Cerital Digital: https://radarbromo.jawapos.com/features/1001625954/cerita-asal-usul-sumurmati-sumberasih

Di masa lampau, jauh sebelum sebuah desa bernama Sumurmati berdiri, wilayah Sumberasih di Probolinggo hanyalah hutan belantara yang sunyi. Pepohonan menjulang tinggi, namun di tengah rimbunnya hutan itu tidak mudah ditemukan air bersih. Orang-orang yang singgah di sana hanya bergantung pada sungai yang jaraknya cukup jauh. Air bersih menjadi sesuatu yang sangat berharga dan tidak mudah diperoleh.

Pada suatu hari datanglah seorang pengembara dari Madura bernama Mbah Ramoy. Ia berkelana jauh dari tanah kelahirannya untuk mencari jati diri. Perjalanannya membawanya hingga ke hutan Sumberasih. Di tempat yang masih sepi itu ia memilih menetap, lalu membangun sebuah rumah sederhana. Namun masalah segera muncul, sebab di sekitar rumahnya tidak ada sumber air. Untuk menuju sungai pun membutuhkan perjalanan panjang yang melelahkan.

Mbah Ramoy yang dikenal sebagai seorang ahli pembuat sumur kemudian bertekad menggali sumur sendiri. Dengan tenaga dan keyakinannya, ia bekerja tanpa henti hingga akhirnya menemukan sumber air yang jernih. Sumur itu menjadi penolong besar, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi orang-orang yang kemudian datang menetap di sekitar rumahnya. Kehadiran sumur itu membuat kehidupan di Sumberasih menjadi lebih mudah.

Tak berhenti di situ, Mbah Ramoy juga menanam sebuah pohon asem di tepi sumur. Pohon itu tumbuh dengan subur, semakin lama semakin tinggi hingga menjulang melebihi pepohonan lain di hutan. Cabang-cabangnya bahkan dikatakan mencapai panjang puluhan meter. Pohon asem itu kemudian menjadi peneduh sekaligus tempat beristirahat bagi penduduk yang mulai berdatangan ke wilayah itu. Kehangatan dan kesejukan yang dihadirkan membuat kawasan di sekitar sumur semakin ramai.

Waktu berlalu, dan kisah Mbah Ramoy terus hidup di tengah masyarakat. Pada masa penjajahan Belanda, kepala desa bernama Markuat merasa perlu memberi nama resmi bagi tempat tinggal mereka. Setelah bermusyawarah, dipilihlah nama Sumurmati. Nama itu terinspirasi dari sumur pertama buatan Mbah Ramoy yang memberi kehidupan. Kata “mati” disematkan karena sumur tersebut akhirnya ditutup setelah Mbah Ramoy wafat. Konon, sepeninggalnya, sumber air di sumur itu semakin melimpah hingga meluap dan menyebabkan banjir. Saat Mbah Ramoy masih hidup, ia mampu menahan aliran air dengan kesaktiannya, tetapi setelah ia tiada, kekuatan itu ikut pergi.

Cerita lain yang berkembang di masyarakat menambah kekeramatan Sumurmati. Konon, pada masa perjuangan melawan Belanda, sumur itu pernah menyelamatkan para pejuang. Saat pasukan Belanda hendak mengejar, air sumur tiba-tiba meluap begitu deras. Dalam pandangan Belanda, air itu menjelma menjadi lautan luas sehingga mereka ketakutan dan mundur. Para pejuang pun selamat, bahkan menjadikan lokasi itu tempat persembunyian. Sejak saat itu, sumur peninggalan Mbah Ramoy diyakini memiliki kekuatan gaib.

Kini, meskipun sumur tersebut telah tertutup tanah, masyarakat tetap mengingat dan menghormatinya. Banyak orang masih datang untuk bertirakat di tempat itu, memanjatkan doa dan mengenang jasa Mbah Ramoy yang telah menghadirkan sumber kehidupan berupa air. Dari sumur itulah masyarakat sekitar belajar betapa pentingnya menjaga dan memanfaatkan air dengan bijak, sebab air adalah anugerah yang mampu menyelamatkan kehidupan.

Kisah Sumurmati bukan hanya legenda tentang sebuah sumur keramat, tetapi juga cerita tentang pentingnya air sebagai sumber pangan pokok manusia. Air dari sumur itu telah menolong generasi demi generasi, menjadi minuman yang menyegarkan, penopang kesehatan, serta sumber kehidupan bagi masyarakat Sumberasih. Hingga kini, cerita tentang Sumurmati terus dikenang sebagai warisan budaya sekaligus pengingat akan betapa berharganya air bagi kelangsungan hidup manusia.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.