Legenda Goa Suci

URL Cerital Digital: https://radarbonang.jawapos.com/wisata/2333636461/situs-bersejarah-gua-suci-di-palang-tuban-masyarakat-setempat-menyebutnya-jurang-wayang#google_vignette

Di sebuah perbukitan kapur di Kabupaten Tuban, terdapat sebuah gua yang sejak lama menyimpan cerita mistis sekaligus nilai sejarah. Warga setempat menyebutnya Goa Suci, atau kadang Jurang Wayang. Bagi masyarakat sekitar, gua ini bukan sekadar rongga di perut bumi, melainkan sumber kehidupan karena menyediakan air dan menjadi tempat bersuci.

Menurut kisah tutur yang diwariskan turun-temurun, Goa Suci diyakini sudah ada sejak masa kejayaan Majapahit. Konon, ruang-ruang gua yang berbentuk kerucut menyerupai piramid bukan terbentuk alami, melainkan hasil galian manusia. Batu-batu dari gua ini dikisahkan diangkut ke pusat kerajaan untuk membangun candi-candi megah. Jika diperhatikan, dinding gua terlihat seperti diiris berlapis-lapis, mirip bekas tambang batu kumbung yang memang banyak dijumpai di kawasan kapur Tuban.

Cerita lain menyebutkan bahwa sebuah bongkahan batu besar yang diangkut dari gua tersebut terjatuh di perbatasan Desa Kujung, Tuban, dengan Desa Jabung, Lamongan. Tempat jatuhnya batu itu kini dikenal dengan nama Nglengor, dan masyarakat percaya bahwa dari sana pernah muncul semburan minyak. Kisah ini menambah kesan magis yang menyelimuti Goa Suci, seakan setiap batu di dalamnya menyimpan rahasia zaman lampau.

Selain kisah Majapahit, jejak sejarah lain juga ditemukan di sekitar gua. Pada masa kolonial Belanda, sebuah bendungan dibangun tidak jauh dari lokasi ini, dengan prasasti yang menunjukkan tahun 1808. Di dekat bendungan tersebut terdapat cekungan menyerupai waduk, yang diduga berkaitan dengan keberadaan gua. Para peneliti menduga, fungsi gua ini selaras dengan tradisi peradaban Hindu-Buddha, di mana biasanya terdapat kolam atau waduk untuk kegiatan pemujaan dan bersuci.

Goa Suci menjadi saksi betapa pangan dan air adalah pusat kehidupan. Air yang mengalir dari celah gua ini dipercaya membawa berkah bagi masyarakat sekitarnya. Hingga kini, gua tetap menjadi tempat yang dihormati, bukan hanya karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena fungsinya sebagai sumber air yang menghidupi warga Tuban. Di dalam kisahnya, kita melihat bahwa pangan dan air tidak sekadar kebutuhan jasmani, melainkan juga bagian dari warisan budaya yang menjaga hubungan manusia dengan alam dan leluhur.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.