Asal Usul Desa Sumberagung Plumpang

Pada masa lalu, wilayah yang kini bernama Desa Sumberagung di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, masih berupa hamparan tanah sederhana yang belum dikenal banyak orang. Menurut kisah para sesepuh, desa ini lahir dari keberadaan sebuah sumber air yang sangat besar. Begitu besar dan melimpahnya air di sana, hingga masyarakat menyebutnya sebagai sumber agung. Dari sinilah nama Sumberagung berasal.

Dalam cerita rakyat yang beredar, berdirinya desa ini tidak lepas dari sosok seorang wali yang dikenal dengan sebutan Kiai Muso atau Mbah Muso. Beliau diyakini sebagai seorang kekasih Allah yang hidup pada masa lampau. Kehadirannya menjadi awal mula terbentuknya perkampungan yang kemudian tumbuh menjadi desa.

Sumber air yang ada di desa itu tidak pernah kering. Bahkan di musim kemarau panjang sekalipun, masyarakat tidak pernah kekurangan air. Air jernih itu tidak hanya dipakai untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk kebutuhan pertanian. Karena jumlahnya begitu banyak, warga membuat bendungan dan penampungan agar air tetap terkelola dengan baik.

Kelebihan air dari Desa Sumberagung bahkan menjadi penolong bagi desa-desa lain di sekitarnya. Saat daerah lain mengalami kekeringan, orang-orang akan datang ke Sumberagung untuk mengambil air. Dengan begitu, sumber air ini bukan hanya menjadi berkah bagi warga setempat, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Selain dikenal karena melimpahnya air, Desa Sumberagung juga subur dan menghasilkan panen yang berlimpah. Masyarakat pun mensyukuri hasil bumi itu dengan berbagai tradisi. Hingga kini, mereka masih melestarikan upacara adat seperti sedekah bumi yang digelar sebagai bentuk terima kasih kepada Tuhan atas rezeki dari tanah yang subur. Ada pula haul Mbah Muso, kegiatan sosial, seni musik, tari, dan acara keagamaan yang terus dihidupkan oleh warga.

Tradisi gotong royong masih kuat terasa di desa ini. Ketika sedekah bumi digelar, seluruh warga bekerja sama, mulai dari menyiapkan sesaji, mengolah hasil bumi, hingga mengadakan pertunjukan yang menghibur. Semua itu dilakukan dengan penuh suka cita, karena bagi mereka, air yang melimpah dan panen yang banyak adalah anugerah yang tidak boleh dilupakan.

Dengan kisah ini, nama Sumberagung tidak sekadar menjadi penanda tempat, melainkan juga lambang keberkahan. Sumber air di desa ini telah menjadi denyut kehidupan yang menghidupi manusia, sawah, dan ladang, sekaligus mengikat masyarakat dalam tradisi syukur yang diwariskan turun-temurun.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.