Dawetan Tutup Ritual Bersih Sumur

URL Cerital Digital: https://bloktuban.com/public/index.php/2021/11/26/dawetan-tutup-ritual-bersih-sumur-wali-bejagung-dua-tahunan-28034.html

Di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, terdapat sebuah tradisi tua yang hingga kini masih dijaga dengan penuh khidmat. Tradisi itu adalah ritual bersih sumur Wali Bejagung, sebuah upacara yang tak sekadar membersihkan sumber air, tetapi juga sarat makna spiritual.

Setiap dua tahun sekali, ratusan warga dari berbagai usia berkumpul di sumur keramat desa. Anak-anak, orang dewasa, hingga para sesepuh, semuanya datang dengan wajah penuh harap. Mereka bersama-sama memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon perlindungan dan keberkahan agar kehidupan desa selalu tercukupi oleh air dan hasil bumi.

Ritual bersih sumur tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu menjadi bagian dari rangkaian adat yang lebih panjang. Sebelum sumur dibersihkan, terlebih dahulu digelar sedekah bumi yang melibatkan warga se-Kabupaten Tuban. Sedekah bumi adalah ungkapan syukur atas hasil panen, bentuk penghormatan kepada tanah yang memberi kehidupan.

Minggu berikutnya, rangkaian tradisi dilanjutkan dengan barikan, yaitu bancakan yang dilakukan setelah salat Jumat. Barikan ini tidak berlangsung sekali, melainkan selama tujuh minggu berturut-turut. Setiap pekan, warga membawa hidangan yang berbeda sesuai kesepakatan.

Pada pekan pertama, misalnya, tema yang diusung adalah nasi byar, sehingga seluruh warga membawa nasi byar sebagai sajian bersama. Pekan berikutnya bisa berganti menjadi ketan towo, lalu ketupat, atau arang-arang kambang. Semua warga dengan sukarela menyiapkan makanan tersebut, lalu berkumpul dan menyantapnya dalam suasana kebersamaan.

Puncak dari seluruh rangkaian ini adalah dawetan, sebuah tradisi penutup yang khas. Dawetan tidak hanya sekadar hidangan, tetapi melambangkan persatuan dan kesejahteraan warga desa. Dawet yang manis dan menyegarkan menjadi simbol kehidupan yang terus mengalir, sama seperti air dari sumur yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Tradisi dawetan yang menutup ritual bersih sumur adalah wujud syukur sekaligus doa agar sumber air tetap terjaga. Air dari sumur itu sejak dahulu menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat Bejagung. Dengan memelihara sumur, mereka tidak hanya menjaga peninggalan leluhur, tetapi juga memastikan bahwa kehidupan desa akan selalu berkelanjutan.

Hingga kini, setiap kali ritual bersih sumur digelar, suasana Desa Bejagung dipenuhi rasa syukur dan kebersamaan. Dari doa bersama di sumur keramat, hingga meriahnya barikan dan manisnya dawetan, semua menjadi bagian dari identitas yang memperkuat ikatan masyarakat dengan tanah, air, dan tradisi.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.