Asal Usul Kampung Kranggan

URL Cerital Digital: https://radarsurabaya.jawapos.com/surabayapedia/774759625/sejarah-surabaya-asal-usul-kampung-kranggan-asrama-para-pangeran-dan-bangsawan-menimba-ilmu#google_vignette

Di tengah hiruk pikuk Surabaya yang kini menjelma sebagai kota besar, tersimpan sebuah kampung tua yang menyimpan jejak panjang sejarah. Kampung itu bernama Kranggan. Letaknya berada di jantung kota, seakan menjadi saksi bisu perjalanan panjang Surabaya sejak masa kerajaan, kolonial, hingga kini.

Menurut kisah tutur dan catatan para pegiat sejarah, Kampung Kranggan diyakini sudah ada sebelum abad ke-19. Pada peta lama era kolonial, kampung ini tercatat sebagai salah satu kawasan penting di sisi selatan keraton Surabaya. Nama Kranggan sendiri menyimpan beberapa versi cerita. Ada yang meyakini bahwa Kranggan berasal dari kata “Rangga”, yang berarti pangeran atau putra bangsawan. Konon, kampung ini dulunya merupakan asrama tempat para pangeran menimba ilmu dan memperdalam pengetahuan mereka. Versi lain menyebut bahwa Kranggan adalah tempat bermukimnya para perajin keris, sebuah kerajinan yang sarat makna budaya dan spiritual.

Apa pun versi yang diyakini, satu hal yang pasti adalah bahwa Kampung Kranggan memiliki peninggalan berharga yang hingga kini masih dapat dijumpai. Salah satunya adalah sumur kuno berukuran besar yang terletak di sudut kampung. Sumur ini menjadi sumber air utama bagi masyarakat sekitar sejak ratusan tahun lalu. Airnya yang jernih dan melimpah tidak hanya memberi kehidupan, tetapi juga menyimpan simbol keterikatan masyarakat dengan warisan leluhur. Di masa lalu, sumur semacam ini menjadi pusat aktivitas, tempat orang-orang bertemu, berbincang, dan menjaga kebersamaan.

Selain sumur kuno, jejak masa lalu juga terlihat dari rumah-rumah tua bergaya kolonial yang masih berdiri di beberapa sudut kampung. Tidak jauh dari sana terdapat pula makam Buyut Kuning, seorang tokoh kampung yang dihormati hingga kini. Semua peninggalan itu memperkuat keyakinan bahwa Kranggan bukan sekadar permukiman biasa, melainkan ruang hidup yang sarat nilai budaya dan sejarah.

Kampung Kranggan dengan sumur kunonya menjadi pengingat bahwa air adalah anugerah yang menopang kehidupan manusia dari masa ke masa. Lebih dari itu, sumur kuno di Kranggan juga merepresentasikan keterhubungan antara masyarakat, sejarah, dan alam yang terus dijaga hingga sekarang.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.