Asal Usul Dukuh Kupang

URL Cerital Digital: https://radarsurabaya.jawapos.com/kota-lama/774411390/sejarah-surabaya-asal-usul-kawasan-dukuh-kupang-bak-pegunungan-dan-keberadaan-punden

Di wilayah barat Surabaya, terdapat sebuah kawasan yang hingga kini masih dikenal dengan nama Dukuh Kupang. Nama ini tidak lahir begitu saja, melainkan menyimpan kisah panjang yang berkaitan dengan alam, manusia, dan juga pangan dari laut.

Konon, berabad-abad yang lalu kawasan ini masih berupa hutan belantara dengan kontur tanah yang naik turun, bak perbukitan kecil. Hutan itu masih satu kawasan dengan daerah Kupang dan Putat. Meski jauh dari pantai, nama Kupang diyakini erat hubungannya dengan hasil laut yang sudah lama menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pesisir Surabaya, yaitu kupang atau kerang kecil. Hasil laut ini banyak ditemukan di pantai-pantai sekitar Surabaya dan menjadi salah satu sumber pangan utama masyarakat sejak masa lampau.

Kupang tidak hanya sekadar bahan makanan, tetapi juga simbol keberlimpahan. Dari kupang inilah lahir berbagai olahan khas, seperti lontong kupang yang hingga kini terkenal sebagai kuliner Surabaya. Kehidupan masyarakat pesisir tempo dulu sangat bergantung pada laut, dan nama Dukuh Kupang menjadi pengingat bahwa pangan dari laut telah menghidupi warga sejak zaman dahulu.

Seiring berjalannya waktu, kawasan yang mulanya hutan perlahan berubah menjadi permukiman. Sekitar tahun 1970, mulai bermunculan rumah-rumah penduduk, disusul pembangunan kompleks perumahan di Dukuh Kupang Barat, Dukuh Kupang Timur, dan sekitarnya. Namun, meski wajahnya berubah, peninggalan sejarah masih dapat ditemui. Di antaranya adalah sebuah punden tua yang disebut masyarakat sebagai Punden Ngesong Dukuh Kupang. Di sana terdapat sumur kuno dan petilasan orang-orang terdahulu, tempat yang dipercaya menyimpan jejak spiritual masa lampau.

Hari ini, Dukuh Kupang tidak hanya dikenal sebagai kawasan permukiman padat di jantung Surabaya, tetapi juga menyimpan identitas lama yang melekat pada namanya. Kupang, si kerang kecil dari laut, tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat melalui cerita rakyat dan kuliner khas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.