Desa Socah

URL Cerital Digital: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/23870/1/MORTEKA%20DARI%20MADHURA.pdf

Di masa lalu, jauh sebelum tanah Madura dipenuhi oleh sawah dan perkampungan, hiduplah seorang tokoh sakti dan bijaksana bernama Jokotole. Ia dikenal sebagai ksatria yang tidak hanya kuat dalam pertempuran, tetapi juga berhati lembut dan penuh kasih sayang kepada istrinya, Dewi Retnadi.

Suatu hari, keduanya melakukan perjalanan panjang melintasi wilayah Madura bagian tengah. Matahari bersinar terik, angin laut berhembus kencang, dan debu berterbangan mengikuti langkah kaki mereka. Meskipun perjalanan terasa melelahkan, keduanya tetap melangkah dengan semangat, saling mendukung satu sama lain.

Namun, di tengah perjalanan, Dewi Retnadi mengeluh merasa panas dan kelelahan. Ia meminta kepada Jokotole untuk beristirahat sejenak dan mencari tempat yang teduh agar bisa menyegarkan diri. Jokotole pun menuruti permintaan itu. Ia kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah dan berdoa dengan penuh keyakinan agar Sang Pencipta memberi mereka sedikit air untuk menyejukkan tubuh sang istri.

Tak lama kemudian, dari tempat tongkat itu menancap, muncul pancaran air yang jernih dan deras, mengalir dengan suara lembut seperti alunan gamelan alam. Air itu membentuk genangan yang perlahan berubah menjadi sebuah kolam alami di tengah hamparan tanah yang kering.

Dewi Retnadi merasa kagum dan bahagia melihat keajaiban itu. Dengan izin suaminya, ia pun berendam di kolam tersebut. Airnya terasa dingin, lembut, dan menenangkan. Tidak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga membuat matanya yang sebelumnya sering terasa perih menjadi sembuh. Setelah beberapa saat menikmati kesejukan air, Dewi Retnadi keluar dari kolam dengan wajah berseri, seolah mendapat kehidupan baru.

Jokotole tersenyum melihat kebahagiaan istrinya. Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan dengan hati yang ringan dan penuh rasa syukur. Namun, dalam benaknya, Jokotole berjanji akan memberi nama pada tempat itu karena telah menjadi saksi keajaiban dan kebahagiaan mereka.

Beberapa waktu kemudian, saat ia kembali ke tempat itu, kolam tersebut masih tetap jernih dan menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. Ia lalu menamai wilayah itu “Socah”, yang dalam bahasa Madura berarti “mata”. Nama ini terinspirasi dari peristiwa ketika mata Dewi Retnadi sembuh setelah berendam di air kolam tersebut. Sejak saat itu, tempat tersebut dikenal sebagai Desa Socah, sebuah daerah yang dipercaya memiliki air berkah yang membawa penyembuhan dan kesejukan bagi siapa pun yang singgah di sana.

Bagi masyarakat setempat, air dari Desa Socah bukan hanya sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga lambang kehidupan dan penyembuhan. Mereka percaya bahwa air memiliki kekuatan untuk membersihkan tubuh dan jiwa, serta menjadi anugerah yang harus dijaga dengan penuh rasa syukur.

Kini, kisah tentang Jokotole dan Dewi Retnadi di Socah masih sering diceritakan dari generasi ke generasi. Cerita itu menjadi pengingat bahwa air adalah sumber kehidupan yang membawa kesejukan, harapan, dan cinta yang abadi di tanah Madura.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.