Asal Usul Desa Duwet

URL Cerital Digital: https://duwet.tulungagungdaring.id/profil#:~:text=Desa%20duwet%20awal%20mulanya%20ada,ketiganya%20bergabung%20menjadi%20deas%20Duwet.

Di Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, terdapat sebuah desa yang dikenal sebagai penghasil batu marmer berkualitas tinggi. Desa ini bernama Desa Duwet. Meski terkenal dengan kerajinan marmer, desa ini juga memiliki kekayaan alam yang tidak kalah penting, terutama dalam bidang pertanian dan buah-buahan lokal.

Sejak dulu, wilayah Desa Duwet terdiri dari tiga dusun yang masing-masing memiliki ciri khas berupa pohon besar yang menjadi penanda wilayah. Di Dusun Duwet, tumbuh menjulang sebuah pohon duwet yang sangat besar. Buah duwet menjadi pangan lokal yang populer di kalangan warga. Buahnya berwarna ungu kehitaman, memiliki rasa manis asam yang menyegarkan, dan sering dinikmati langsung atau dijadikan camilan khas. Buah ini menjadi bagian dari keseharian masyarakat sebagai konsumsi lokal yang mudah didapat dari alam sekitar.

Di dua dusun lainnya, Dusun Gebang dan Dusun Nguni, juga terdapat pohon besar yang tak kalah ikonik bagi warga. Pohon megah di Gebang menjadi kebanggaan masyarakat, sementara di Nguni berdiri pohon wuni, pohon berbuah kecil yang rasanya manis dan sering dinikmati anak-anak desa sebagai jajanan alami.

Pada tahun 1942, ketiga wilayah tersebut sepakat untuk melebur menjadi satu desa. Nama Desa Duwet dipilih tidak hanya karena pohon duwet yang paling dikenal masyarakat, tetapi juga karena buah duwet melambangkan keberlimpahan dan kebersamaan. Sejak penyatuan itu, desa ini terus berkembang menjadi pusat pertanian, terutama padi dan jagung, di samping tetap mempertahankan identitasnya sebagai desa pengrajin marmer terbaik yang produknya telah dikenal hingga berbagai daerah.

Desa Duwet bukan hanya menyimpan sejarah dari pohon duwet yang menjadi asal-usul namanya. Di balik itu, desa ini menyimpan nilai tentang persatuan, hasil bumi, dan kearifan lokal yang bertahan lintas generasi. Buah duwet yang dulu menjadi pangan alami kini menjadi simbol kesederhanaan dan kekayaan rasa yang diwariskan oleh alam Tulungagung.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.