Asal-usul Desa Tawangsari

URL Cerital Digital: https://tunggaldewa.blogspot.com/2015/05/sejarah-desa-tawangsari.html

Nama Tawangsari berasal dari dua jenis pohon, yaitu pohon Tawang dan pohon Nagasari. Sebelum wilayah ini menjadi pemukiman, diceritakan bahwa Kyai Abu Mansur menemukan sebuah pohon Tawang berukuran sangat besar yang tumbuh berdampingan dan dilingkupi oleh pohon Nagasari. Keberadaan dua pohon tersebut menjadi penanda penting wilayah tersebut pada masa awal.

Setelah pohon Tawang dan pohon Nagasari ditebang, kawasan itu kemudian dibuka menjadi permukiman dan diberi nama Tawangsari. Pohon Tawang yang telah ditebang dibagi menjadi enam bagian dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bedug. Keenam bagian bedug tersebut kemudian dibagikan ke beberapa masjid, yaitu:

  1. Masjid Tawangsari,
  2. Masjid Winong,
  3. Masjid Majan,
  4. Masjid Agung Tulungagung,
  5. Masjid Jemekan Botoran, dan
  6. Masjid Sumber Bedug Ngadiluwih.

Penggunaan pohon Tawang sebagai bedug turut memperkuat identitas religius desa ini. Selain itu, pohon Tawang dan Nagasari dikenal dalam tradisi Jawa sebagai tanaman yang memiliki nilai budaya dan sebagian bagiannya digunakan untuk pengobatan tradisional.

Karena peran besar Kyai Abu Mansur dalam penyebaran ajaran Islam dan pengembangan wilayah, Desa Tawangsari pada masa itu memperoleh status Perdikan Mutihan dari Kerajaan Mataram status istimewa yang membebaskan desa dari pajak sebagai bentuk penghargaan. Tokoh Kyai Haji Abu Mansur dikenang sebagai sosok penting dalam masa perkembangan Kadipaten Ngrowo (kini Tulungagung), sehingga jejak sejarahnya terus dihormati masyarakat setempat hingga kini.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.