Asal-usul Desa Jarakan

URL Cerital Digital: https://jarakan.tulungagungdaring.id/profil

Asal-usul nama Desa Jarakan berkaitan erat dengan sejarah pembukaan hutan dan keberadaan pohon kepuh di wilayah tersebut. Pohon kepuh dikenal sebagai tanaman yang memiliki kegunaan, salah satunya dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Jawa di masa lampau.

Menurut penuturan tokoh masyarakat, pada masa awal wilayah Jarakan masih berupa hutan belantara yang dihuni binatang buas. Berdasarkan sumber sejarah lisan yang diturunkan, pembukaan hutan dilakukan oleh tokoh bernama Mbah Pancer Segoro, atas perintah Mbah Ali Muntoho, putra dari Ki Ageng Witono dari Kauman.

Ketika proses babat alas berlangsung, Mbah Pancer Segoro mendirikan gubuk kecil untuk beristirahat sambil membuat anyaman bernama tumbu, sehingga daerah itu kemudian disebut Dukuh Tumbu. Di wilayah sekitar, pembukaan hutan berikutnya turut melahirkan nama-nama tempat seperti Dukuh Bakalan dan Dukuh Slengak, yang berasal dari kegiatan dan kondisi saat peninjauan wilayah yang sudah dibuka (ungak-ungak).

Kisah penamaan Jarakan merujuk pada peristiwa Adipati Kalang dari Kalangbret yang hendak meminjam keris Bledek Sewu kepada Mpu Winadi di Gunung Mbolo. Saat memulai perjalanan dengan berjalan jongkok ke arah gunung, ia berada di bawah sebuah pohon kepuh yang sebelumnya hangus terbakar oleh anak gembala. Tempat itu dinamakan Pohgosong (pohon gosong).

Di bawah pohon kepuh tersebut, Adipati Kalang berkata bahwa dari lokasi itulah jarak dimulainya perjalanan untuk menyembah Mpu Winadi. Kata “jarak” tersebut kemudian dijadikan penanda wilayah dan akhirnya berkembang menjadi nama Jarakan.

Nama Desa Jarakan bukan hanya mencerminkan sejarah babat alas, tetapi juga meninggalkan jejak kultural mengenai peran pohon kepuh dalam memori masyarakat sebagai penanda awal perjalanan dan simbol penamaan desa.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.