Menurut penuturan para sesepuh, Desa Sanan didirikan oleh dua tokoh utama, yaitu Ki Panji dan Ki Jodrono—yang juga dikenal dengan sebutan Ki Laban. Keduanya melakukan babat alas untuk membuka wilayah hutan yang kelak menjadi permukiman penduduk. Ki Panji membuka kawasan hutan di bagian selatan, sedangkan Ki Jodrono membuka wilayah hutan di bagian utara. Hasil pembukaan kedua wilayah tersebut kemudian digabungkan dan membentuk satu desa yang diberi nama Sanan.
Penamaan desa ini diyakini berasal dari keberadaan banyaknya pohon sono yang tumbuh di kawasan tersebut pada masa awal pembukaannya. Pepohonan sono yang mendominasi wilayah itulah yang menjadi dasar penamaan Desa Sanan.
Hingga kini, makam Ki Panji dan Ki Jodrono sebagai para pendiri desa masih terawat dengan baik dan dihormati oleh masyarakat setempat sebagai bagian penting dari sejarah desa.