Desa Jabon

URL Cerital Digital: https://sinar.big.go.id/Pencarian/Detail/181761

Di wilayah Kediri terdapat sebuah desa yang dipercaya memiliki sejarah yang berakar dari alam. Desa itu bernama Jabon, dinamai sesuai dengan banyaknya pohon jabon yang tumbuh lebat di wilayah tersebut. Masyarakat meyakini bahwa asal-usul nama desa ini berhubungan dengan kisah pertemuan dua tokoh pada masa lampau di tengah hutan jabon yang rimbun dan menenangkan.

Alkisah, pada suatu masa datanglah seorang pengembara bernama Eyang Singo Runo. Dalam perjalanan spiritualnya, ia tiba di kawasan hutan yang masih perawan, dipenuhi pepohonan jabon yang menjulang tinggi dan berdaun lebat. Di tengah pengembaraannya, ia bertemu dengan seorang tokoh setempat bernama Ageng Suryo Hadi Kusumo. Pertemuan dua tokoh ini menjadi awal mula terbentuknya perkampungan di wilayah tersebut.

Karena keindahan dan kelimpahan pohon jabon yang tumbuh di sekitar mereka, Eyang Singo Runo dan Ageng Suryo Hadi Kusumo bersepakat menamai tempat itu dengan nama “Jabon”. Nama itu kemudian melekat dan diwariskan turun-temurun hingga menjadi sebutan resmi bagi desa yang kini dikenal sebagai Desa Jabon.

Selain menjadi penanda sejarah, pohon jabon juga memiliki nilai guna yang tinggi bagi masyarakat setempat. Beberapa bagian pohon ini dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Kepercayaan masyarakat terhadap khasiat pohon jabon menunjukkan bagaimana alam menjadi sumber kehidupan sekaligus bagian dari warisan budaya yang dijaga.

Kini, Desa Jabon tidak hanya dikenal karena sejarah dan keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai-nilai kearifan lokal yang masih hidup dalam kehidupan masyarakatnya. Mereka menghormati alam sebagai pemberi manfaat dan tetap menjaga kelestarian pepohonan yang telah menjadi saksi lahirnya desa mereka.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.