Desa Puncu terletak di wilayah perbukitan Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Nama “Puncu” berasal dari istilah Jawa Puthuk atau Muncu, yang berarti bukit yang menonjol. Penamaan ini menggambarkan kondisi geografis desa yang berada di dataran tinggi, dikelilingi hutan dengan vegetasi yang lebat.
Sejarah berdirinya Desa Puncu berawal dari masa penjajahan Belanda. Saat itu, terjadi perlawanan di berbagai wilayah nusantara, termasuk pasukan Trunojoyo dari Madura yang melakukan serangan hingga ke Batavia. Namun, karena Belanda dibantu oleh pasukan Kerajaan Mataram, pasukan Trunojoyo terdesak dan mundur ke arah timur menuju Gunung Selo Kurung di Ngantang. Dalam perjalanan pelariannya, mereka singgah di sebuah perbukitan di wilayah Kediri untuk beristirahat dan membuat senjata. Dari lokasi tinggi itulah mereka dapat memantau pergerakan musuh dari kejauhan.
Tempat peristirahatan itu kemudian dikenal dengan sebutan Puthuk atau Muncu, yang akhirnya berubah menjadi Puncu. Dari sinilah nama Desa Puncu berasal dan melekat hingga kini.
Selain menyimpan nilai sejarah perjuangan, wilayah Puncu juga memiliki kekayaan alam yang tinggi. Hutan di sekitar desa menghasilkan berbagai jenis tanaman yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, terutama sebagai bahan obat tradisional. Daun, akar, dan kulit kayu dari tumbuhan hutan dipercaya memiliki khasiat penyembuhan dan digunakan secara turun-temurun dalam pengobatan alami.
Hingga kini, masyarakat Desa Puncu hidup berdampingan dengan alam. Mereka menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan dan kesehatan. Hubungan harmonis antara manusia dan alam menjadi warisan nilai yang terus dijaga oleh warga setempat.