Asal Usul Dusun Kendalpayak Malang

URL Cerital Digital: https://www.wearemania.net/ngalam/sejarah/sejarah-dusun-di-desa-kendalpayak-kabupaten-malang

Di wilayah Kabupaten Malang terdapat sebuah dusun yang namanya begitu khas dan mudah diingat, yaitu Kendalpayak. Dusun ini tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang subur, tetapi juga sebagai tempat tumbuhnya pohon Kendal, tanaman yang sejak dahulu memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Pohon Kendal atau Cordia dichotoma memberikan banyak manfaat, mulai dari daun dan buah mudanya yang dapat diolah menjadi sayur, hingga inti bijinya yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Karena itulah, masyarakat setempat memandang pohon ini sebagai sumber pangan sekaligus sumber kesehatan.

Kisah asal usul Dusun Kendalpayak bermula pada masa ketika kerajaan Doho di Kediri masih berdiri. Konon nama dusun ini ditemukan oleh seorang petani yang juga menjadi penari di lingkungan keraton. Sosok itu dikenal sebagai Raden Ayu Nganten Patmini, yang oleh masyarakat lebih akrab dipanggil Mbok Kawul. Beliau adalah figur yang rendah hati, mencintai tanah tempat tinggalnya, dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan alam sekitar.

Pada suatu masa, Mbok Kawul sedang berjalan melintasi hutan kecil di wilayah yang kini menjadi Dusun Kendalpayak. Ia melihat deretan pohon Kendal tumbuh dengan sangat rindang. Pohon pohon itu ngrempayak, sebuah istilah Jawa yang menggambarkan daun yang rimbun hingga menaungi tanah di bawahnya. Keteduhan dan kesuburan itu membuat tempat tersebut terasa nyaman dan penuh kehidupan. Melihat hamparan pepohonan Kendal yang begitu indah, Mbok Kawul menyebut daerah itu sebagai Kendalpayak, sebutan yang kemudian dipakai oleh seluruh masyarakat.

Pohon Kendal memang telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian penting dari kebutuhan pangan. Buahnya yang masih muda dipetik untuk dijadikan sayur. Rasanya segar dan cocok dipadukan dengan berbagai masakan rumahan. Daunnya pun sering dijadikan sayur atau campuran masakan lain. Sementara itu, inti biji pohon Kendal dipercaya memiliki khasiat sebagai obat tradisional, terutama untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan. Bagi warga dusun, pohon Kendal bukan sekadar tumbuhan, tetapi anugerah alam yang memberi makan sekaligus menyembuhkan.

Selain memiliki hubungan yang kuat dengan alam, masyarakat Kendalpayak juga menjunjung tinggi tradisi leluhur. Untuk menghormati jasa Mbok Kawul yang dianggap sebagai penemu sekaligus penjaga identitas dusun, warga masih menjalankan tradisi nyadren. Nyadren dilakukan saat bersih desa atau ketika ada hajat tertentu. Masyarakat datang ke punden yang dipercaya sebagai makam Mbok Kawul untuk berdoa, memohon keselamatan, serta memanjatkan syukur atas hasil bumi yang diberikan alam.

Dusun Kendalpayak yang kini menjadi bagian dari Desa Kendalpayak di Kabupaten Malang meliputi beberapa wilayah seperti Dusun Watudakon, Dusun Cerme, dan Dusun Segaran. Seluruhnya hidup selaras dengan alam dan tetap menjaga hubungan harmonis dengan tanah tempat mereka berpijak. Pertanian dan pemanfaatan tanaman lokal menjadi dasar kehidupan sehari hari, memperkuat identitas mereka sebagai masyarakat agraris.

Kisah asal usul Dusun Kendalpayak mengajarkan bahwa nama sebuah tempat sering kali lahir dari hubungan mendalam manusia dengan alam. Pohon Kendal yang memberikan pangan, keteduhan, dan obat mencerminkan betapa berharganya alam bagi kelangsungan hidup. Melalui tradisi yang terus dijaga, masyarakat menunjukkan rasa syukur sekaligus komitmen untuk melestarikan lingkungan. Cerita ini mengingatkan kita bahwa kearifan lokal bukan sekadar sejarah, tetapi pedoman hidup yang mengajarkan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam yang telah memberi begitu banyak kebaikan.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.