Di Dusun Jatisumber, Mojokerto, terdapat sebuah pohon jati yang oleh warga setempat dianggap sakral dan menjadi asal mula nama wilayah tersebut. Pohon jati itu berdiri di tengah pendapa punden yang dikenal sebagai Punden Mbah Sumbersari. Meski kini tinggi pohonnya hanya sekitar dua setengah meter, kisah yang menyelimutinya jauh lebih megah. Warga percaya pohon jati ini berasal dari masa awal Kerajaan Majapahit dan telah menjadi saksi perjalanan panjang kehidupan masyarakat. Pada masa kejayaannya, pohon itu bahkan dikatakan menjulang hingga tujuh puluh meter, pucuknya terlihat dari desa tetangga seperti Jatipasar, Belo, dan Kejagan.
Menurut penuturan Agus Supriyanto, pohon jati yang kini tinggal batang tuanya tersebut roboh pada tahun 2011 setelah diguyur hujan deras selama berhari-hari. Usianya yang sangat tua dan ukurannya yang terlalu tinggi membuatnya tak lagi mampu bertahan. Meski telah roboh, bagian batang yang tersisa tetap dirawat warga. Tubuh pohon dibalut kain kafan sebagai simbol penghormatan. Punden Mbah Sumbersari pun sering dipenuhi aroma dupa karena tempat ini digunakan untuk berbagai ritual tradisional.
Keistimewaan pohon jati ini tidak hanya terletak pada usianya yang panjang, tetapi juga pada legenda yang mengiringinya. Agus Supriyanto menuturkan bahwa pohon tersebut memiliki hubungan erat dengan Mpu Supo, seorang empu keris terkenal pada era Majapahit. Dahulu, Mpu Supo diyakini membersihkan dan memasukkan energi ke dalam keris buatannya di bawah pohon ini. Hal ini karena dari akar pohon jati tersebut memancar sebuah sumber air yang dianggap suci dan penuh kekuatan. Air itu masih mengalir hingga sekarang dan menjadi bagian penting dari identitas Dusun Jatisumber.
Mata air dari pohon jati itu oleh warga dipercaya membawa keberkahan dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Banyak orang dari luar desa datang dengan niat mencari petunjuk, memohon kesembuhan, atau sekadar berharap mendapat energi positif dari airnya. Kendati demikian, warga setempat selalu mengingatkan bahwa air itu hanyalah perantara. Segala bentuk kesembuhan tetap bergantung pada kehendak Tuhan.
Selain memiliki nilai spiritual, pohon jati dan sumber air di Jatisumber memiliki manfaat nyata bagi lingkungan. Pohon jati dikenal memiliki akar kuat yang membantu menjaga cadangan air tanah. Sementara daunnya sering dimanfaatkan untuk membungkus makanan karena aromanya yang khas dan kemampuannya menjaga makanan tetap hangat. Secara umum, pohon jati mendukung kesuburan tanah, mencegah erosi, serta menyediakan habitat bagi berbagai makhluk hidup. Dengan demikian, keberadaannya bukan hanya penting dalam cerita rakyat tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jatisumber.
Dusun Jatisumber menjadikan pohon jati keramat dan sumber air yang muncul darinya sebagai penanda jati diri. Keduanya adalah simbol hubungan mendalam antara manusia, alam, dan sejarah. Hingga kini, kisah tentang pohon jati itu terus diwariskan sebagai bagian dari kekayaan budaya Mojokerto yang layak dilestarikan.