Air Terjun Basoka

URL Cerital Digital: https://www.lontarmadura.com/air-terjun-basoka-sumenep-juga-menawarkan-keasrian-lingkungan/#google_vignette

Di Dusun Buddagan, Desa Basoka, terdapat sebuah tempat yang diyakini masyarakat sebagai anugerah paling indah yang pernah dititipkan alam kepada Pulau Madura. Tempat itu adalah Air Terjun Basoka, permata tersembunyi di Kecamatan Rubaru yang sering dijuluki Niagara dari Jawa Timur. Air terjun ini tidak hanya mempesona para pelancong dengan kecantikannya, tetapi juga menyimpan kisah lama yang berkaitan dengan kehidupan, rezeki, dan pangan masyarakat setempat.

Menurut para tetua, dahulu kala di Basoka hidup seorang pemuda bernama Sakadi. Ia adalah penjaga hutan yang dikenal bijaksana dan berhati lembut. Setiap hari ia menelusuri lereng dan lembah, memastikan aliran mata air tetap lancar agar sawah dan ladang di desa tetap subur. Di masa itu, Basoka masih berupa wilayah hutan lebat yang dipenuhi pepohonan besar. Burung burung bernyanyi di pagi hari, sementara suara gemericik air menjadi lagu pengantar tidur bagi warga desa.

Suatu hari, saat sedang beristirahat di bawah tebing, Sakadi mendengar suara gemuruh halus dari balik barisan batu. Ketika ia mendekat, batu batu itu tampak bergetar lalu retak perlahan. Dari celahnya muncul aliran air jernih yang semakin deras hingga mengalir ke bibir tebing. Tidak lama kemudian air itu jatuh dari ketinggian, menciptakan tirai air yang lembut dan berkilau saat tersapu cahaya matahari.

Warga percaya bahwa kejadian itu bukan sekadar fenomena alam. Mereka meyakini bahwa bumi sedang membuka berkahnya untuk Basoka. Air yang turun dari tebing itu tidak pernah berhenti, bahkan di musim kemarau ketika sebagian besar sungai mengering. Air terjun itu seolah memiliki kehidupan sendiri, terus mengalir dan memberi daya hidup bagi apa saja yang berada di sekitarnya.

Sejak munculnya air terjun tersebut, daerah Basoka menjadi semakin subur. Tanaman lereng seperti kelor, pakis hutan, dan gadung air tumbuh dengan cepat dan menjadi bahan pangan utama masyarakat desa. Air yang jernih dari Basoka digunakan untuk menanak nasi jagung, pangan khas Madura yang sangat bergantung pada kualitas air agar terasa pulen dan gurih. Selain itu, kolam kolam alami di sekitar air terjun menjadi tempat ideal untuk memelihara ikan sungai seperti tawes dan mujaer, yang kemudian dimasak menjadi hidangan sederhana yang menjadi santapan keluarga.

Legenda setempat menyebutkan bahwa roh penjaga pegunungan menugasi Sakadi untuk memastikan air terjun tetap bersih dan terjaga. Sebagai hadiah atas ketulusan itu, Basoka diberi berkah berupa air yang tidak pernah putus sepanjang tahun. Karena itulah hingga kini warga percaya bahwa siapa pun yang datang dengan niat baik akan merasakan ketenangan dan kejernihan dari air terjun tersebut.

Waktu berlalu dan Basoka berubah menjadi desa yang ramai dikunjungi. Namun keindahan alami air terjun tetap terjaga. Tebing yang menjulang, pepohonan rimbun, dan suasana damai membuat para pengunjung merasa seperti memasuki dunia yang terpisah dari hiruk pikuk kota. Beberapa anak muda bahkan menjadikan tempat itu lokasi latihan climb jump karena tebingnya memiliki struktur batu yang kokoh dan aman. Meski demikian, masyarakat setempat selalu menjaga agar kegiatan tersebut tidak merusak aliran air atau tumbuhan di sekitarnya.

Air Terjun Basoka tidak hanya menjadi daya tarik wisata. Ia juga menjadi simbol hubungan manusia dengan alam, khususnya dalam hal pangan. Airnya memberi kehidupan pada tanaman, ikan sungai, dan hasil bertani yang menjadi tumpuan hidup warga. Di setiap rumah, hidangan seperti ikan bakar, nasi jagung, dan sayur kelor menjadi sajian harian yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menjadi wujud rasa syukur atas berkah air yang terus mengalir.

Legenda Air Terjun Basoka mengajarkan bahwa alam selalu memberi selama manusia menjaga. Dari jatuhnya air di tebing hingga tumbuhnya tanaman di lereng, semuanya saling terhubung dalam harmoni yang indah. Melalui kisah ini kita belajar bahwa pangan bukan sekadar makanan, tetapi hasil dari hubungan manusia dengan tanah, air, dan seluruh kehidupan di sekitarnya. Basoka menjadi pengingat bahwa kesejahteraan datang dari kepedulian, dan bahwa menjaga alam berarti menjaga masa depan generasi berikutnya.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.