Dusun Gerinting Desa Sabrang

URL Cerital Digital: https://ppid-desa.jemberkab.go.id/desa/sabrang

Setelah melewati berbagai rintangan dalam perjalanan panjangnya, Aryo Blater dan para pengawalnya tiba di sebuah kawasan luas yang berbeda dari daerah yang sebelumnya mereka lalui. Jika sebelumnya mereka menghadapi sungai deras, perompak, dan hutan lebat, kini di hadapan mereka terbentang padang hijau yang menenangkan. Hamparan itu dipenuhi rumput yang tumbuh subur, digerakkan oleh angin semilir yang membuatnya bergelombang seperti ombak darat. Pemandangan itu membuat suasana menjadi lebih sejuk, memberi rasa lega bagi siapa pun yang telah menempuh perjalanan jauh.

Melihat keadaan itu, Aryo Blater memutuskan untuk berhenti dan memberi waktu bagi para prajurit untuk beristirahat. Kuda kuda mereka juga kelelahan setelah perjalanan panjang. Rumput hijau yang tumbuh melimpah menjadi santapan segar bagi kuda kuda tersebut. Para prajurit mengenali rumput itu. Mereka menyebutnya rumput gerinting, tanaman yang banyak tumbuh di dataran terbuka dan dikenal oleh masyarakat setempat. Rumput gerinting tidak hanya menjadi pengisi padang, tetapi juga dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai tanaman obat. Beberapa bagian rumput ini digunakan secara tradisional untuk meredakan panas atau mengurangi rasa tidak nyaman pada kulit.

Pada masa itu tidak banyak tumbuhan yang bisa dimanfaatkan secara langsung di tengah perjalanan, sehingga keberadaan rumput gerinting menjadi pertanda baik. Tidak sekadar memberi makan kuda, keberadaan tanaman itu juga memperlihatkan bahwa tanah di kawasan tersebut subur dan kaya akan kehidupan. Para prajurit merasakan kesejukan yang memulihkan tenaga mereka saat duduk di bawah naungan langit terbuka, sementara kuda kuda menikmati rumput segar yang tumbuh tanpa batas.

Aryo Blater yang memperhatikan semua itu memahami bahwa setiap tempat yang mereka lalui memiliki ciri khas yang unik. Ia menganggap padang rumput ini sebagai wilayah yang akan memiliki peran penting di masa depan. Ketenangan yang tercipta, kesuburan tanah, dan keberadaan rumput gerinting menjadi penanda bahwa alam sedang menunjukkan kebaikannya kepada mereka. Karena itulah, kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Gerinting, mengikuti nama rumput yang tumbuh dominan di wilayah itu. Nama ini kemudian menjadi identitas dusun yang berada di Desa Sabrang hingga kini.

Kisah ini memperlihatkan bahwa dalam perjalanan hidup, manusia sering menemukan nilai dari hal hal yang tampaknya sederhana. Rumput gerinting, yang mungkin terlihat biasa, memiliki manfaat bagi manusia maupun hewan. Selain menjadi pakan alami untuk kuda, rumput ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Pengetahuan ini berkembang dari pengalaman masyarakat yang mengenali tanaman sekitar dan mengetahui cara memanfaatkannya. Hal ini mengajarkan bahwa tumbuhan lokal memiliki nilai yang perlu dihargai.

Melalui cerita Dusun Gerinting, kita diingatkan bahwa alam menyediakan banyak hal untuk keberlangsungan hidup manusia. Rumput yang tumbuh liar pun dapat menjadi pangan bagi hewan yang membantu manusia dalam perjalanan atau pekerjaan. Pemanfaatan tumbuhan lokal secara bijak mencerminkan kearifan masyarakat masa lalu yang memahami bahwa alam harus dirawat agar tetap memberi kehidupan. Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa setiap unsur alam, sekecil apa pun, memiliki peran dalam menjaga keseimbangan. Jika manusia mampu melihat dan menghargainya, maka alam pun akan terus memberikan keberkahan bagi generasi berikutnya.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.