Asal Usul Asem Rowo

URL Cerital Digital: https://pemerintahan.surabaya.go.id/kelurahan_asem_rowo/profil-sejarah

Kelurahan Asemrowo di Surabaya dulunya hanyalah rawa-rawa dan tambak luas. Kawasan ini baru berubah menjadi perkampungan setelah kemerdekaan Indonesia, ketika tanahnya mulai diuruk dan perlahan-lahan dihuni masyarakat.

Nama Asemrowo sendiri berasal dari keberadaan sebuah pohon asem besar yang tumbuh di tengah rawa. Pohon ini begitu menonjol di antara genangan air dan menjadi penanda penting bagi penduduk sekitar. Hingga kini, pohon asem itu masih bisa dijumpai di kompleks makam keramat Mbah Mulya, seorang tokoh sesepuh yang dipercaya sebagai pembuka lahan Asemrowo.

Selain sebagai penanda tempat, pohon asem juga memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Buah asem yang masam digunakan sebagai bahan masakan, memberikan cita rasa khas pada sayur asam, sambal, hingga berbagai olahan kuliner tradisional. Kehadiran pohon asem di rawa itu menjadi simbol bagaimana alam menyediakan sumber pangan yang sederhana namun sangat bermanfaat.

Seiring perkembangan, sekitar tahun 1960 kawasan Asemrowo telah menjadi pemukiman yang semakin ramai. Meski lingkungan telah banyak berubah, nama Asemrowo tetap melekat sebagai pengingat bahwa sebuah pohon asem di tengah rawa pernah menjadi saksi lahirnya sebuah kampung baru.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.