Asal Usul Desa Ketapanrame

URL Cerital Digital: https://trawaslagi.blogspot.com/2016/11/legenda-desa-ketapanrame-kec-trawas.html?m=1

Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perjalanan para hulubalang dari Kesultanan Mataram pada tahun 1367. Wilayah ini juga dikenal dengan keberadaan Sungai Bangkok, yang hingga kini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air irigasi dan tempat mencari ikan untuk konsumsi.

Dikisahkan bahwa sekelompok hulubalang Mataram yang dipimpin oleh Mbah Suronggolo, seorang Tumenggung sakti, mendapat perintah untuk menumpas Adipati Kahuripan yang membangkang pada kerajaan. Beliau berangkat bersama enam sahabatnya: Mbah Tambak Boyo, Mbah Ranu Boyo, Mbah Singo Boyo, Mbah Selo Boyo, Mbah Ngabei Ronggo Warsito, Mbah Teki-Teki Telik.

Ketika mereka memasuki wilayah Kahuripan (kini Pasuruan) dan sampai di Sungai Bangkok, yakni batas antara Pandaan dan Pasuruan, mereka diserang pasukan Kahuripan dengan hujan senjata: tombak, panah, dan pedang. Karena serangan yang begitu dahsyat, Mbah Suronggolo dan para sahabatnya terpencar saat menyelamatkan diri.

Salah satu dari mereka, Mbah Tambak Boyo, melarikan diri ke lereng Gunung Welirang. Di sanalah ia membuka hutan dan membabad wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Ketapanrame. Pembukaan lahan ini menjadi cikal bakal berkembangnya permukiman yang terus bertahan hingga masa sekarang.

Sementara itu, sahabat-sahabatnya membuka daerah lain di sekitarnya seperti Sumbersari, Kesiman, Kemlagi, Duyung, hingga Belik membentuk jaringan desa yang berakar dari perjalanan para hulubalang tersebut.

Kini, Desa Ketapanrame menjadi wilayah yang berkembang, tetap menjaga kisah leluhurnya yang penuh perjuangan, dan memanfaatkan Sungai Bangkok sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.