Asal Usul Dusun Jatibabah

URL Cerital Digital: https://mojowatesrejoofficial.blogspot.com/2017/10/cerita-rakyat-asal-usul-desa.html?m=1

Dusun Jatibabah di Mojokerto memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan keberadaan pohon jati, yang sejak dahulu menjadi bagian penting kehidupan masyarakat. Selain bernilai sebagai bahan bangunan, daun jati juga dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan karena aromanya yang khas dan kemampuannya menjaga makanan tetap hangat—menjadikannya elemen penting dalam tradisi kuliner lokal.

Cerita rakyat setempat mengisahkan tentang seorang pengembara sakti bernama Singo Glodok. Nama “Singo” berarti singa, sedangkan “Glodok” berarti petir, yang melambangkan kesaktiannya. Ia digambarkan sebagai sosok yang memiliki kekuatan berpindah tempat dengan cepat, hidup berpindah-pindah untuk mencari jati diri sekaligus memahami makna kehidupan.

Dalam pengembaraannya, Singo Glodok singgah di sebuah hutan lebat yang dipenuhi pohon jati. Di sinilah ia bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Nyai Dayang. Pertemuan tersebut membuat keduanya saling jatuh cinta dan memutuskan untuk hidup bersama.

Dengan kesaktian mereka, Singo Glodok dan Nyai Dayang kemudian membabat hutan jati tersebut. Dalam waktu singkat, hutan yang sebelumnya rimbun berubah menjadi wilayah terbuka yang layak dijadikan permukiman. Dari proses inilah nama Jatibabah muncul, berasal dari kata “Jati” (pohon jati) dan “Babah” (babat/membabat), menggambarkan pembukaan hutan oleh pasangan sakti tersebut.

Namun, perjalanan hidup mereka tidak selalu mulus. Suatu ketika terjadi perselisihan besar antara Singo Glodok dan istrinya. Tidak diketahui penyebab utamanya, tetapi perdebatan itu memuncak hingga mereka memutuskan untuk berpisah. Singo Glodok, membawa kesedihan mendalam, memilih pergi bertapa di Gunung Pucangan, Jombang. Di sana ia memohon kekuatan kepada Yang Maha Kuasa untuk menjalani semedinya hingga akhir hayat. Sementara itu, Nyai Dayang tetap tinggal dan melanjutkan kehidupan di dusun yang telah mereka bangun bersama.

Hingga kini, Dusun Jatibabah menjadi salah satu wilayah di Mojokerto yang menyimpan cerita penuh makna tentang cinta, pengorbanan, dan pencarian jati diri serta jejak sejarah pembukaan hutan jati oleh dua sosok sakti yang hidup pada masa lampau.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.