
Di Kabupaten Malang terdapat sebuah dusun yang namanya berasal dari pohon yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Dusun itu bernama Kendalsari. Nama ini muncul karena keberadaan pohon kendal atau Cordia dichotoma, tumbuhan yang sejak lama digunakan sebagai sumber pangan dan bahan pengobatan. Pohon kendal tumbuh dengan batang yang kokoh dan daun yang rimbun. Bagi masyarakat setempat, pohon ini bukan sekadar bagian dari alam, tetapi juga simbol kehidupan dan kesejahteraan.
Pohon kendal memiliki banyak kegunaan. Buahnya yang masih muda sering dipetik untuk dijadikan sayur. Rasanya segar dan dapat diolah menjadi berbagai masakan rumahan. Daunnya pun kerap digunakan sebagai sayuran. Selain sebagai sumber pangan, inti biji pohon kendal dipercaya memiliki khasiat obat dan menjadi bagian penting dalam pengobatan tradisional. Menariknya, kayu pohon kendal yang kuat dan beraroma khas juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat tidur. Kayu ini dipercaya membuat tidur lebih nyenyak dan tubuh terasa lebih sehat.
Kisah asal usul Dusun Kendalsari sendiri berhubungan dengan legenda pelarian Kebo Ijo. Setelah mengalami pertempuran sengit melawan pasukan Singosari, Kebo Ijo dan ketiga rekannya berhasil mengalahkan sebagian besar prajurit yang mengejar mereka. Pasukan Singosari kemudian ditarik mundur untuk menyusun strategi baru. Sementara itu, Kebo Ijo dan para sahabatnya terus bergerak menjauhi lokasi pertempuran. Mereka memilih berjalan ke arah barat untuk mencari tempat aman.
Perjalanan mereka panjang dan melelahkan. Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, mereka menemukan sebuah daerah yang teduh. Di tempat itu tumbuh sebuah pohon kendal besar yang batangnya lebar dan kuat. Karena lelah, Kebo Ijo dan rekannya memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon tersebut. Mereka menggunakan batang pohon kendal sebagai alas beristirahat, seolah menjadikannya tempat tidur sementara. Dalam bahasa Jawa, kata sari dapat merujuk pada tempat beristirahat.
Karena pengalaman itulah wilayah tersebut kemudian dinamakan Kendalsari. Nama ini tidak hanya menandai tempat Kebo Ijo beristirahat, tetapi juga menegaskan keberadaan pohon kendal sebagai bagian penting dari lingkungan setempat. Sebutan Kendalsari bertahan hingga kini dan menjadi identitas dusun yang terkenal dengan pohon kendal sebagai simbol kehidupan.
Bagi masyarakat Dusun Kendalsari, pohon kendal memberikan lebih dari sekadar sayuran atau obat. Pohon ini membantu menjaga keseimbangan lingkungan, memberi keteduhan, serta menjadi pengingat hubungan erat antara manusia dan alam. Masyarakat setempat masih memanfaatkan bagian bagian pohon kendal dengan bijaksana. Buah dan daun menjadi bahan pangan, sementara biji dan kayunya digunakan dalam pengobatan dan kebutuhan rumah tangga.
Kisah asal usul Dusun Kendalsari mengajarkan bahwa alam sering kali menjadi bagian dari sejarah sebuah tempat. Pohon kendal yang memberi makan, menyembuhkan, dan memberi tempat beristirahat menggambarkan bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dengan alam secara harmonis. Cerita ini mengingatkan kita bahwa kearifan lokal tidak hanya tersimpan dalam legenda, tetapi juga dalam cara masyarakat menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam. Dengan menghargai pohon dan tanah yang memberi kehidupan, masyarakat Kendalsari menjaga warisan untuk generasi yang akan datang.