Asal-Usul Dusun Kesiman

URL Cerital Digital: https://trawaslagi.blogspot.com/2017/09/asal-usul-dusun-kesiman-kec-trawas.html?m=1

Dusun Kesiman di Kecamatan Trawas, Mojokerto, memiliki sejarah yang berakar pada keberadaan sebuah sumber air bernama Sumber Bebek. Dahulu, Sumber Bebek merupakan sumber air alami yang sangat penting bagi warga setempat. Ia menjadi cikal bakal munculnya permukiman dan berkembangnya kehidupan masyarakat di wilayah ini. Namun kini, sumber tersebut telah lama mengering dan hanya menyisakan nama serta jejak fisiknya saja. Bekas pancuran dan susunan batu yang masih tertata rapi menunjukkan bahwa tempat ini dahulu pernah menjadi kolam air yang cukup besar dan bermanfaat.

Di sekitar lokasi Sumber Bebek, berdiri dua pohon bulu berukuran raksasa yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun. Pohon-pohon ini menjadi saksi bisu bagaimana kawasan tersebut berkembang dari hutan belantara menjadi dusun yang ramai. Sayangnya, perubahan lingkungan dan pembangunan permukiman yang semakin padat diduga menjadi salah satu penyebab mengeringnya sumber air ini. Selain itu, lokasinya yang berdekatan dengan Sumber Gedangan yang hingga kini masih mengalir deras dan teduh karena dikelilingi bambu petung mungkin turut memengaruhi keberadaan Sumber Bebek.

Asal-usul penamaan Sumber Bebek berakar dari kisah Mbah Singo Joyo, atau yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Simo Joyo. Beliaulah tokoh sakti yang membuka alas atau hutan belantara untuk dijadikan wilayah pertanian dan permukiman pertama di Kesiman. Dalam perjalanannya, Mbah Simo Joyo sempat bertarung melawan makhluk gaib berupa begebluk, penjaga hutan yang merasa terganggu dengan upaya pembukaan wilayah tersebut. Setelah berhasil mengalahkan sosok tersebut, Mbah Simo Joyo beristirahat di sebuah sumber air untuk minum dan mandi.

Saat sedang beristirahat, beliau melihat seekor itik atau bebek berada di sekitar sumber. Karena peristiwa itulah beliau menamai tempat tersebut sebagai Sumber Bebek. Nama ini kemudian melekat kuat dalam ingatan masyarakat dan akhirnya ikut memberi identitas pada dusun yang berkembang di sekitarnya. Meski airnya kini tidak lagi mengalir, Sumber Bebek tetap dihormati sebagai punden dusun tempat keramat yang menjadi simbol sejarah dan budaya Kesiman.

Hingga saat ini, peninggalan berupa pohon bulu besar, susunan batu, serta cerita turun-temurun dari para sesepuh desa memperkaya identitas Dusun Kesiman sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Bahkan keberadaan pohon bulu dan sumber air lainnya di sekitar Kesiman tetap dimanfaatkan oleh warga sebagai bagian penting dari kebutuhan hidup, termasuk konsumsi buah dan pemanfaatan air untuk aktivitas sehari-hari. Dengan segala kisah dan peninggalannya, Dusun Kesiman menjadi salah satu wilayah yang menyimpan peradaban lokal yang penuh makna bagi masyarakat Trawas.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.