Asal Usul Lontar Surabaya

URL Cerital Digital: https://www.detik.com/jatim/budaya/d-7171708/asal-usul-nama-kawasan-candi-lontar-di-surabaya-barat

Di wilayah barat Surabaya, terdapat sebuah kawasan yang kini dikenal dengan nama Candi Lontar. Meski hari ini hanya berupa nama jalan di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, nama itu sesungguhnya menyimpan kisah panjang dari masa lalu.

Alkisah, pada zaman dahulu di kawasan itu terbentang sebuah desa yang asri. Desa itu dikelilingi pohon-pohon siwalan yang menjulang gagah. Dari pohon siwalan inilah muncul sebutan “Lontar”, sebab daun pohon siwalan disebut daun lontar. Kehadiran pohon ini bukan hanya memperindah alam, tetapi juga memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

Masyarakat zaman dahulu memanfaatkan pohon lontar dalam banyak hal. Buahnya yang manis segar menjadi sumber pangan. Air nira yang keluar dari pohon bisa diolah menjadi minuman alami yang menghilangkan dahaga. Sementara itu, daunnya yang lebar dan lentur dipakai sebagai bahan tulis-menulis sebelum kertas dikenal luas. Lontar dengan demikian menjadi saksi perjalanan peradaban, dari kebutuhan dasar manusia hingga penyebaran ilmu pengetahuan.

Selain desa Lontar, terdapat pula desa lain di sekitarnya yang bernama Candi. Menurut penuturan warga dan pemerhati sejarah, di kawasan tersebut dahulu memang berdiri sebuah candi. Candi itu diperkirakan berfungsi sebagai tempat peribadatan masyarakat sekitar. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, candi tersebut menghilang. Namun jejak keberadaannya sempat ditemukan kembali pada sekitar tahun 1990, ketika tanah di kawasan itu digali untuk pembangunan perumahan.

Pada tahun 1977, kedua nama desa itu digabungkan menjadi Candi Lontar. Nama ini tidak hanya sekadar penanda geografis, melainkan juga pengingat akan warisan budaya dan kearifan lokal. Dari pohon lontar yang memberi pangan, air, dan media tulis, hingga peninggalan candi yang menjadi simbol spiritual, kawasan ini menyimpan jejak sejarah yang sarat makna.

Kini, meski pohon lontar tak lagi sebanyak dahulu dan candi yang pernah berdiri telah tiada, nama Candi Lontar terus terjaga. Ia menjadi penanda bahwa kehidupan masyarakat Surabaya selalu terikat dengan alam dan sejarahnya. Pohon lontar yang dahulu memberi makan, minum, dan pengetahuan kini hidup dalam nama, mengingatkan generasi penerus akan pentingnya menjaga warisan leluhur.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.