Asal Usul Sendang Nanom

URL Cerital Digital: https://blokbojonegoro.com/2022/08/29/cerita-dibalik-sendang-nanom-yang-diangkat-smkn-5-bojonegoro-dalam-pawai-budaya/?m=1

Di sebuah desa bernama Ringinanom, Bojonegoro, terdapat sebuah sumber air yang sejak dahulu kala menjadi penopang kehidupan masyarakat. Sumber air itu dikenal dengan nama Sendang Nanom. Bagi warga setempat, sendang ini bukan hanya sekadar mata air biasa, tetapi juga bagian dari cerita lama yang diwariskan turun-temurun.

Pada masa lalu, ketika sumur belum banyak digali dan air bersih sulit ditemukan, Sendang Nanom menjadi pusat kehidupan. Airnya jernih, sejuk, dan tidak pernah kering meski musim kemarau panjang melanda. Warga desa datang setiap hari untuk mengambil air, atau dalam bahasa Jawa disebut ngangsu. Perempuan desa biasanya membawa air menggunakan gemblok, sebuah gerabah yang dibuat khusus untuk wadah air. Mereka mengindhit, yakni membawa beban di pinggang, dengan langkah hati-hati agar air tidak tumpah.

Sementara itu, kaum pria lebih sering memanggul air. Mereka mengangkat kendi atau wadah air di bahu, lalu membawanya pulang melewati pematang sawah atau jalan kecil di desa. Sendang Nanom menjadi tempat yang selalu ramai, penuh dengan suara tawa, percakapan ringan, dan derap langkah orang-orang yang datang silih berganti.

Namun, yang membuat sendang ini berbeda dari sumber air lainnya adalah keyakinan masyarakat terhadap khasiat airnya. Orang-orang percaya bahwa mandi di Sendang Nanom bisa membuat seseorang tampak awet anom, yang artinya awet muda. Airnya diyakini menyimpan kesegaran yang tidak hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menyegarkan jiwa. Keyakinan inilah yang kemudian membuat sendang tersebut diberi nama Sendang Anom atau Sendang Nanom.

Legenda tentang sendang ini terus diceritakan dari generasi ke generasi. Bukan hanya sebagai kisah, tetapi juga sebagai pengingat bahwa air adalah anugerah besar yang harus dijaga. Tanpa air, masyarakat tidak akan bisa hidup sehat, sawah tidak bisa ditanami, dan kehidupan desa tidak akan berkembang.

Hingga kini, Sendang Nanom masih menjadi simbol penting bagi warga Ringinanom. Meski teknologi sudah berkembang dan sumur bor banyak ditemukan, masyarakat tetap memandang sendang ini sebagai tempat yang istimewa. Airnya tetap dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga mandi. Di samping itu, sendang juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya, terutama bagi mereka yang masih percaya pada mitos awet muda yang melekat pada sumber air tersebut.

Sendang Nanom bukan hanya sekadar sumber pangan berupa air minum, melainkan juga warisan leluhur yang penuh makna. Ia mengajarkan masyarakat untuk menghargai kesederhanaan, menjaga keseimbangan dengan alam, serta mensyukuri setiap tetes air yang memberi kehidupan.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.