Asal Usul Suci

URL Cerital Digital: https://desasuci.gresikkab.go.id/artikel/2023/2/7/sejarah-desa-suci-1

Di sebuah sudut wilayah Manyar, Gresik, terdapat sebuah desa bernama Suci. Nama itu bukan sekadar penanda tempat, melainkan lahir dari kisah panjang yang tersimpan dalam naskah kuno Babad Gresik. Cerita ini mengisahkan perjalanan seorang tokoh besar bernama Sultan Mahmud Sadad Alam, penguasa dari negeri Gedah, yang pada abad ke-14 datang ke tanah Jawa dengan sebuah niat mulia.

Sultan Sadad Alam berangkat dengan harapan besar untuk menemui Raja Brawijaya dari Majapahit. Ia ingin mengajak sang raja memeluk Islam dan mempersembahkan putrinya, Putri Dewi Ritno Suwari, kepada raja. Namun, harapan itu tak berbuah indah. Raja Brawijaya menolak maksudnya, membuat Sultan kembali ke negerinya dengan hati yang kecewa.

Dalam perjalanan pulang, ia singgah di berbagai tempat. Salah satunya adalah Cerme, kemudian bergerak ke arah utara hingga mencapai Polaman. Di wilayah utara Polaman inilah ia menemukan sebuah sumber mata air yang jernih dan sejuk. Di sana, Sultan Sadad Alam berhenti, mengambil air untuk berwudhu, dan melaksanakan salat. Air itu diyakini memiliki kekuatan yang menyucikan, sehingga daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Suci.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 1313 Jawa atau sekitar tahun 1391 Masehi. Sejak saat itu, nama Suci melekat dan diwariskan turun-temurun. Hingga kini, masyarakat masih menjaga kisah tersebut, meskipun ada berbagai versi yang berkembang di tengah mereka. Intinya tetap sama, yakni sumber mata air suci menjadi cikal bakal lahirnya sebuah desa yang sampai hari ini masih bernama Suci.

Legenda ini bukan hanya menyingkap asal-usul nama tempat, tetapi juga mencerminkan makna kesucian, kesabaran, dan ketulusan dalam perjalanan hidup. Sama halnya dengan makanan khas Gresik yang juga mengandung nilai kebersamaan, yaitu Sego Krawu. Hidangan sederhana berupa nasi dengan suwiran daging sapi, serundeng kelapa, sambal khas, dan lalapan ini telah lama menjadi simbol keramahan masyarakat Gresik. Setiap kali ada tamu, hajatan, atau pertemuan, Sego Krawu selalu hadir sebagai pengikat kebersamaan.

Sebagaimana air suci yang mengalirkan kehidupan bagi masyarakat di masa lalu, Sego Krawu pun menjadi sumber energi sekaligus identitas masyarakat Gresik. Ia tidak sekadar makanan, melainkan juga sarana mempererat persaudaraan dan menjaga tradisi agar tetap hidup.

Legenda Desa Suci dan keberadaan Sego Krawu sama-sama mengajarkan bahwa kebersihan hati dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari adalah warisan yang tak ternilai. Dari situlah kita belajar bahwa budaya, sejarah, dan pangan saling bertautan, membentuk jati diri masyarakat Jawa Timur.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.