Cerita Mbah Buyut Keremate

URL Cerital Digital: https://bloktuban.com/2023/12/10/makamnya-pancarkan-sinar-ini-cerita-mbah-buyut-keremate-desa-sumurgung-tuban-37595.html#google_vignette

Asal-usul Desa Sumurgung di Kabupaten Tuban dipercaya berasal dari gabungan kata “Sumur” dan “Agung”. Hal ini merujuk pada adanya sebuah sumur tua peninggalan para wali yang sudah ada sejak dahulu kala, meski tak seorang pun mengetahui siapa yang pertama kali membuatnya. Seiring berjalannya waktu, nama Sumur Agung berubah menjadi Sumurgung.

Di desa ini terdapat beberapa dusun dengan kisah penamaan yang unik. Misalnya, Dusun Beyan yang dipercaya berasal dari istilah Ngombene Doyan (gemar minum), karena melimpahnya air di daerah itu. Ada pula Dusun Lebak, yang diyakini berasal dari kata Kelep di Bak (tenggelam di bak), karena air yang berlimpah hingga meluber ke mana-mana.

Namun, salah satu cerita paling terkenal dari wilayah ini adalah tentang Makam Mbah Buyut Keremate di Dusun Sumurgeneng. Konon, pada zaman dahulu diadakan tradisi sedekah bumi atau manganan di sebuah bendungan yang terletak di perbatasan Desa Sumurgung dan Desa Jetak. Dalam acara itu datang seorang gembel berpakaian compang-camping. Ia diberi makan, tetapi seberapa banyak pun makanan yang disajikan, ia tetap menghabiskannya. Hingga akhirnya, karena terlalu banyak makan, orang tersebut meninggal dunia di tempat itu.

Ia kemudian dimakamkan di lokasi tersebut. Beberapa hari setelahnya, makamnya dipercaya memancarkan cahaya. Peristiwa itu membuat warga Desa Jetak dan Sumurgung berebut memindahkan jasadnya karena diyakini bahwa ia adalah orang saleh. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa makamnya diletakkan di perbatasan kedua desa: bagian kepala berada di wilayah Jetak, sementara tubuhnya di Sumurgeneng.

Orang itu kemudian dikenal dengan sebutan Mbah Buyut Keremate. Nama “Keremate” sendiri dipercaya berasal dari gabungan kata Kere (orang miskin) dan Mati (meninggal), yang merujuk pada sosok gembel yang wafat karena terlalu banyak makan saat acara sedekah bumi. Seiring berjalannya waktu, istilah itu berubah pengucapannya menjadi Keremate. Nama aslinya diyakini adalah Mbah Bambang Utomo.

Kini, makam Mbah Buyut Keremate tetap dihormati oleh masyarakat setempat. Kisahnya menjadi pengingat tentang kerendahan hati, rezeki yang harus disyukuri, serta keyakinan masyarakat akan keberkahan yang ditinggalkan para leluhur.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.