Desa Banggle terletak di wilayah selatan Kabupaten Kediri dan memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Pada masa itu hingga awal kemerdekaan Indonesia, Banggle merupakan bagian dari Kawedanan Ngadiluwih — sebuah wilayah administratif yang menjadi pusat pemerintahan bagi beberapa kecamatan di Kediri bagian selatan seperti Ngadiluwih, Kras, Kandat, Ringinrejo, Wates, dan Ngancar.
Sebagai bagian dari wilayah dengan peran administratif penting, Desa Banggle turut berkembang dalam bidang pertanian dan perekonomian. Lahan-lahan subur di sekitar desa dimanfaatkan masyarakat untuk menanam berbagai komoditas pangan pokok seperti padi, jagung, dan palawija. Pertanian menjadi sektor utama yang menopang kehidupan warga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan daerah sekitarnya.
Setelah masa kemerdekaan, sistem pemerintahan di Desa Banggle mengalami banyak perubahan. Pemerintah desa terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi berbasis pertanian, peternakan, serta usaha mikro.
Hingga kini, pertanian tetap menjadi identitas utama Desa Banggle. Keberlanjutan sektor ini tidak hanya mendukung kemandirian pangan masyarakat, tetapi juga melestarikan tradisi bertani yang telah diwariskan secara turun-temurun.