Desa Ghili Timur

URL Cerital Digital: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/23870/1/MORTEKA%20DARI%20MADHURA.pdf

Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di sebuah desa yang kini dikenal sebagai Desa Ghili Timur, terdapat sebuah sumber air yang oleh masyarakat disebut Berkoneng. Nama itu berasal dari warna airnya yang sesekali tampak kekuningan, seolah sinar mentari terperangkap di dalamnya.

Menurut cerita tutur yang diwariskan turun-temurun, air Berkoneng bukanlah sumber biasa. Warga percaya bahwa mereka yang beruntung dapat melihat air itu berubah menjadi kuning pada waktu-waktu tertentu. Warna kuning itu dianggap sebagai pertanda keberkahan dan tanda bahwa alam tengah tersenyum kepada manusia yang menjaga kesuciannya.

Konon, perubahan warna itu paling sering terjadi pada malam Kamis Wage, sebuah malam yang diyakini memiliki kekuatan spiritual tersendiri. Namun, tak jarang pula ada warga yang mendapati warna kuning itu muncul di hari lain, seolah ingin menunjukkan bahwa keajaiban tak pernah bisa ditebak waktunya.

Sumber air ini menjadi nadi kehidupan bagi warga Desa Ghili Timur. Airnya jernih, sejuk, dan tak pernah kering bahkan saat kemarau panjang melanda. Dari sinilah masyarakat mendapatkan air minum mereka, mengairi sawah, serta menyiapkan bahan pangan sehari-hari. Tak hanya sebagai kebutuhan fisik, air Berkoneng juga memiliki makna simbolis: melambangkan rezeki yang mengalir tanpa henti bagi mereka yang hidup selaras dengan alam.

Nama Ghili Timur sendiri dipercaya berasal dari kata ghili yang berarti “air yang mengalir,” dan arah timur menandakan letak sumber itu berada di bagian timur desa. Seiring waktu, cerita tentang air kuning ajaib ini menjadi kebanggaan warga setempat dan bagian dari identitas budaya mereka.

Bagi masyarakat Madura, air bukan sekadar bahan pangan dasar, tetapi juga lambang kehidupan dan kesucian. Dengan menjaga sumber Berkoneng tetap bersih dan lestari, warga seolah menjaga warisan nenek moyang yang mengajarkan pentingnya menghormati alam. Setiap tetes air yang mereka minum dari sumber ini menjadi pengingat bahwa keberkahan tidak hanya datang dari langit, tetapi juga dari bumi yang dirawat dengan rasa syukur.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.