Desa Kapas

URL Cerital Digital: k.jawapos.com/budaya/2175098006/mengenal-nama-dusun-dan-desa-unik-di-kota-angin-1-bersambung-pendekar-sakti-sebut-kapas-karena-banyak-randu

Di sebuah wilayah dataran yang dikelilingi angin kencang khas Jawa Timur, terdapat sebuah desa yang namanya terdengar lembut namun menyimpan kisah panjang. Desa itu bernama Kapas. Nama yang sederhana ini ternyata bukan sekadar sebutan, melainkan jejak dari peradaban lama yang tumbuh bersama alam. Cerita tentang asal usulnya bermula dari sosok penjaga desa pertama yang dikenal sebagai Mbah Budho.

Pada masa ketika wilayah itu masih berupa hutan liar, Mbah Budho melakukan perjalanan panjang untuk membuka lahan baru. Ia datang dengan tekad kuat untuk membabat hutan dan membangun sebuah permukiman yang kelak akan dihuni banyak orang. Saat menelusuri setiap lekuk wilayah itu, ia memperhatikan satu hal yang begitu mencolok. Di sepanjang jalan dan gang kecil yang baru terbentuk, tumbuh pohon randu yang menjulang dengan daun hijau lebar. Pohon itu bukan hanya tumbuh sesekali, melainkan muncul di hampir setiap sudut lahan yang disentuhnya.

Pohon randu atau pohon kapas telah lama dikenal masyarakat sebagai tanaman yang serbaguna. Kapasnya yang ringan sering dimanfaatkan sebagai bahan kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, biji kapas memiliki potensi sebagai bahan baku pangan setelah melalui proses tertentu. Di masa lampau, ketika masyarakat hidup bersahaja dan bergantung pada hasil alam, biji kapas digunakan untuk membuat minyak atau diolah menjadi bahan pendukung kebutuhan sehari hari. Pohon ini bukan sekadar pelengkap pemandangan desa, tetapi bagian penting dari keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Mbah Budho, seorang pria kelahiran 1920 yang kisahnya masih disampaikan turun temurun, selalu menggambarkan masa itu sebagai masa yang penuh keajaiban. Ia menceritakan bagaimana setiap rumah memiliki pohon randu yang berdiri tegak di pekarangannya. Di bawah pohon itulah para warga berkumpul, berbincang, atau beristirahat setelah bekerja. Randu menjadi semacam payung alami yang melindungi siapa pun yang berteduh di bawahnya. Biji bijinya yang berserakan di tanah seakan menjadi penanda bahwa kehidupan desa selalu berputar bersama musim.

Pohon kapas yang begitu melimpah kemudian menginspirasi penamaan desa tersebut. Orang orang menyebut wilayah itu sebagai Kapas, merujuk pada tanaman yang mendominasi dan menjadi bagian penting dari keseharian mereka. Seiring waktu, desa itu tumbuh menjadi komunitas yang makmur dan dikenal sebagai daerah yang bersahabat dengan alam. Namun perkembangan zaman membawa perubahan. Banyak pohon randu yang kini ditebangi, digantikan oleh bangunan baru dan lahan yang dialihfungsikan. Meski demikian, sebagian warga masih mengingat dengan jelas masa ketika desa itu seolah diselimuti kapas yang lembut.

Dalam sudut pandang masyarakat dulu, pohon kapas bukan sekadar tanaman biasa. Mereka percaya pohon itu membawa perlindungan dan keberkahan bagi desa. Setiap pohon yang tumbuh menjadi pengingat tentang kesederhanaan, kemandirian, serta hubungan erat antara manusia dan alam. Kehadiran randu mengajarkan masyarakat untuk tidak melupakan apa yang pernah menopang hidup mereka, baik sebagai sumber makanan, bahan keperluan rumah tangga, maupun tempat bernaung.

Kisah Desa Kapas menyimpan pesan penting. Alam selalu menyediakan apa yang dibutuhkan manusia, tetapi manusia pun harus menjaga keseimbangannya. Pohon kapas yang dulu tumbuh di setiap gang adalah simbol bahwa kekayaan tidak selalu berupa emas atau permata, melainkan hal hal yang tampak sederhana tetapi memiliki nilai besar bagi kehidupan. Meski sebagian pohon telah tiada, warisan maknanya masih tersisa lewat nama desa, cerita masyarakat, dan ingatan tentang masa ketika kapas menjadi bagian dari identitas mereka.

Melalui kisah ini, pembaca dapat melihat bahwa kearifan lokal tidak hanya hadir dalam petuah lisan, tetapi juga dalam tumbuhan yang tumbuh di tanah desa. Desa Kapas mengajarkan bahwa hubungan antara manusia dan alam adalah hubungan yang harus dijaga dengan penuh hormat. Setiap biji yang jatuh, setiap pohon yang tumbuh, dan setiap nama yang diwariskan menyimpan pesan yang layak dijaga oleh generasi selanjutnya.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.