Desa Tulungrejo

URL Cerital Digital: https://tulungrejotck-bjn.desa.id/artikel/2016/8/26/sejarah-desa#:~:text=Pertama%20kalinya%20Mbah%20Gusti%20Raden,(%20Periode%20tahun%202020%20%E2%80%93%202026%20)

Alkisah pada abad ke-15, sekitar tahun 1475, datanglah seorang tokoh yang kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Gusti Raden. Beliau bersama keluarganya merantau ke sebuah kawasan yang kala itu masih berupa hutan belantara. Hutan tersebut begitu lebat, dipenuhi pepohonan tinggi dan semak liar. Namun ada satu pohon yang paling menonjol di antara yang lain, yaitu pohon jambu tulung. Pohon ini tumbuh subur hampir di setiap sudut hutan, menjadikan wilayah itu tampak hijau rimbun sekaligus kaya akan buah jambu yang lebat sepanjang musim.Melihat kesuburan tanah serta melimpahnya pohon jambu tulung, Mbah Gusti Raden memutuskan untuk menetap bersama keluarganya. Pohon jambu tulung bukan hanya sekadar tumbuhan biasa, tetapi juga menjadi sumber pangan yang sangat berharga. Buahnya dapat dimakan langsung dengan rasa segar yang khas, dapat diolah menjadi jus yang menyegarkan, selai manis untuk menemani roti, atau manisan yang digemari anak-anak. Lebih dari itu, jambu tulung dipercaya membawa manfaat kesehatan berkat kandungan nutrisinya yang kaya. Daun pohon ini juga sering dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat tradisional, sehingga keberadaannya semakin penting dalam kehidupan sehari-hari.Seiring waktu, kabar mengenai kesuburan wilayah itu menyebar luas. Orang-orang dari daerah lain mulai berdatangan, ikut membuka lahan, dan tinggal berdampingan dengan keluarga Mbah Gusti Raden. Desa itu pun semakin ramai dan makmur. Dalam bahasa Jawa, kondisi yang semakin ramai disebut rejo. Karena dulunya wilayah ini dipenuhi pohon jambu tulung dan kemudian menjadi semakin rejo, maka masyarakat memberi nama daerah itu Tulungrejo.Pohon jambu tulung sendiri tetap tumbuh subur meski desa semakin berkembang. Hingga kini, warga Desa Tulungrejo masih dapat menemukan pohon ini di beberapa tempat, menjadi pengingat akan asal-usul desa mereka. Pohon itu bukan sekadar simbol alam, tetapi juga warisan pangan yang melekat erat dengan identitas masyarakat. Melalui jambu tulung, warga belajar bahwa alam menyediakan segala yang mereka butuhkan untuk hidup sehat dan sejahtera, asalkan dirawat dengan bijaksana.Mbah Gusti Raden, sosok pertama yang membuka wilayah Tulungrejo, hingga kini masih dikenang oleh masyarakat. Nama aslinya jarang disebut, bahkan ada yang merasa segan untuk menyebutnya, karena beliau dianggap tokoh yang berjasa besar sekaligus dihormati. Berkat keberaniannya membuka hutan belantara, kini Tulungrejo tumbuh menjadi desa yang dikenal luas dan menjadi tempat tinggal bagi generasi demi generasi.Desa Tulungrejo tidak hanya menyimpan kisah sejarah, tetapi juga kearifan lokal tentang pangan yang lahir dari pohon jambu tulung. Setiap buah yang dipetik dari pohon ini seolah mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang leluhur mereka. Hingga kini, jambu tulung tetap menjadi simbol kesuburan, kesehatan, serta kemakmuran yang diwariskan turun-temurun.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.