Dusun Jatirejo Desa Sabrang

URL Cerital Digital: https://ppid-desa.jemberkab.go.id/desa/sabrang

Setelah kuda kuda milik rombongan merasa cukup makan dan prajurit mendapatkan kembali tenaga mereka, Aryo Blater berdiri dari tempat duduknya. Sejak tadi ia berteduh di bawah pohon jati yang tumbuh kokoh dan rindang. Daun daunnya meneduhkan, batangnya kuat, dan angin yang menerobos celah daun membuat tempat itu terasa sejuk. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, pohon jati menjadi tempat istirahat yang memberi kenyamanan. Aryo Blater merasakan betapa pohon itu melindungi mereka dari terik matahari, memberi ketenangan dan ruang bagi rombongan untuk kembali mengumpulkan tenaga.

Di sela istirahat itu, beberapa prajurit melihat kepompong yang menempel pada daun dan ranting pohon jati. Kepompong itu dikenal sebagai entung, yaitu kepompong ulat jati yang dapat dimakan. Masyarakat pada masa itu memanfaatkannya sebagai sumber pangan. Entung dipanggang atau digoreng untuk dijadikan lauk sederhana yang penuh protein. Pangan ini sering menjadi tambahan makanan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh atau bekerja di hutan. Di bawah pohon jati itulah prajurit menemukan beberapa entung, yang kemudian mereka kumpulkan untuk dijadikan bekal perjalanan.

Melihat kenyamanan yang diberikan oleh pohon jati serta manfaat yang ditemukan oleh prajurit dari entung jati, Aryo Blater merasa tempat itu memiliki nilai penting. Ia berkata kepada seluruh rombongannya bahwa jika kelak wilayah ini berkembang dan menjadi ramai, ia akan menamainya Jatirejo. Nama itu dipilih sebagai penghormatan kepada pohon jati yang telah memberi perlindungan dan sumber pangan di tengah perjalanan yang berat. Jati yang berarti pohon jati dan rejo yang berarti makmur mencerminkan harapan bahwa daerah itu kelak akan menjadi wilayah yang subur dan memberikan kehidupan bagi banyak orang.

Waktu berlalu dan nama Jatirejo tetap hidup, diabadikan sebagai nama dusun yang berada di wilayah Desa Sabrang hingga saat ini. Dusun itu tumbuh menjadi wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang dekat dengan alam. Di sekitar Jatirejo pohon jati masih menjadi tanaman yang dikenal memiliki banyak kegunaan. Tidak hanya daunnya yang dapat digunakan, tetapi juga kehadiran entung jati yang dahulu menjadi pangan penting bagi masyarakat desa. Entung jati adalah contoh bagaimana masyarakat lokal memanfaatkan segala yang tersedia di alam secara bijaksana, menjadikan alam sebagai sumber kekuatan tanpa merusaknya.

Melalui kisah Dusun Jatirejo, kita melihat bahwa pangan lokal tidak selalu berasal dari tanaman besar atau ladang luas. Kadang ia muncul dari hal yang kecil dan sederhana seperti kepompong jati. Masyarakat memanfaatkannya sebagai tambahan nutrisi, menunjukkan bahwa kehidupan tradisional sangat dekat dengan alam dan mampu membaca tanda tanda yang diberikan oleh lingkungan sekitar. Mereka memahami bahwa setiap unsur alam mempunyai peran bagi keberlangsungan hidup.

Cerita ini mengajarkan bahwa alam menyediakan banyak hal yang bermanfaat bagi manusia, termasuk sumber pangan yang tidak selalu terlihat jelas. Pohon jati dan entung yang tumbuh di sekitarnya memberi contoh bahwa manusia dapat memperoleh kekuatan dari alam jika mereka bersedia menjaga dan menghormatinya. Kearifan lokal yang diwariskan dari pengalaman seperti inilah yang membuat masyarakat mampu bertahan dan terus berkembang.

Kisah Jatirejo menyampaikan pesan bahwa hubungan manusia dengan alam harus dibangun atas dasar rasa syukur, kehati hatian, dan kepedulian. Pohon jati yang menjadi tempat berteduh dan entung yang menjadi sumber pangan sederhana mengingatkan kita bahwa keseimbangan antara manusia dan alam adalah kunci keberlanjutan hidup. Melihat kisah ini kita diajak untuk menghargai kekayaan alam yang ada di sekitar kita, menjaga keberlangsungannya, dan memahami bahwa sejarah serta identitas suatu tempat sering kali lahir dari hubungan mendalam antara manusia dan tanah yang mereka pijak.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.