Hutan Pinus Nongko Ijo

URL Cerital Digital: https://www.go-wisata.id/wisata/nongko-ijo#:~:text=Sejarah%20Nongko%20Ijo,tersebut%20dengan%20nama%20nongko%20ijo.

Di lereng perbukitan Madiun, terdapat sebuah kawasan hijau yang menawan bernama Hutan Pinus Nongko Ijo. Hutan ini mulai ditanami pohon pinus pada tahun 1981. Sejak itu, keindahan dan kesejukan udaranya menjadi daya tarik bagi siapa saja yang berkunjung. Namun, di balik namanya yang unik, tersimpan sebuah kisah lama yang berhubungan dengan pohon nangka hijau yang pernah tumbuh megah di sekitar kawasan tersebut.

Konon, ketika hutan pinus ini pertama kali ditanami, masyarakat masih menjumpai sebuah pohon nangka hijau berukuran sangat besar yang berdiri kokoh di tengah-tengah hutan. Pohon itu begitu mencolok di antara tanaman lain, sehingga menjadi penanda bagi siapa saja yang melewati kawasan itu. Karena keistimewaannya, orang-orang setempat menyebut kawasan tersebut dengan sebutan Nongko Ijo, yang dalam bahasa Jawa berarti “nangka hijau”.

Seiring waktu, nama Nongko Ijo semakin dikenal luas. Apalagi ketika salah satu media massa meliput keberadaan hutan pinus ini dan menyebutkannya dengan nama Hutan Pinus Nongko Ijo. Sejak saat itu, nama tersebut melekat hingga kini dan menjadi identitas kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan.

Namun, lebih dari sekadar nama, pohon nangka hijau yang pernah tumbuh di hutan itu menyimpan makna tentang manfaat pangan bagi masyarakat. Nangka adalah pohon serbaguna yang hampir semua bagiannya bermanfaat. Buahnya, terutama yang masih muda, kerap diolah menjadi berbagai hidangan tradisional seperti gulai nangka, oseng-oseng, atau sambal yang menggugah selera. Ketika matang, buah nangka manis bisa dinikmati langsung atau dijadikan bahan olahan lain. Bahkan bijinya pun tidak kalah berharga. Biji nangka bisa direbus sebagai camilan sederhana, digoreng menjadi keripik renyah, atau diolah dalam berbagai kreasi masakan. Sementara itu, daun mudanya dapat digunakan sebagai pakan ternak atau diolah menjadi teh herbal yang menyehatkan.

Dengan demikian, kisah pohon nangka hijau di Hutan Pinus Nongko Ijo bukan hanya sekadar cerita asal-usul nama, tetapi juga pengingat bahwa alam telah menyediakan sumber pangan yang beragam bagi manusia. Pohon nangka mengajarkan tentang kearifan memanfaatkan setiap bagian dari tanaman, dari buah hingga daun, untuk kehidupan sehari-hari.

Kini, meski pohon nangka hijau itu sudah tidak ada, namanya tetap hidup abadi dalam sebutan Hutan Pinus Nongko Ijo. Setiap kali orang menyebut nama itu, seolah terselip pesan bahwa kekayaan alam, baik berupa hutan pinus yang menyejukkan maupun pohon nangka yang penuh manfaat, harus dijaga agar terus memberi kehidupan bagi generasi mendatang.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.