Kolam Segaran merupakan salah satu peninggalan penting dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit yang berada di kawasan Trowulan, Mojokerto. Pada masa itu, kolam ini dikenal dengan nama Citra Wulan, yang diyakini berasal dari bahasa kuno dan memiliki makna yang berkaitan dengan keindahan cahaya bulan. Selain sebagai warisan sejarah, Kolam Segaran juga menjadi bukti kecerdasan teknologi dan peradaban Majapahit dalam mengelola sumber daya alam, khususnya air.
Fungsi utama Kolam Segaran pada masa lampau adalah sebagai penampungan air di musim hujan, yang kemudian digunakan sebagai persediaan air di musim kemarau. Sistem ini menunjukkan bagaimana masyarakat Majapahit telah memiliki perencanaan matang dalam menghadapi perubahan musim dan menjaga keberlanjutan kehidupan di wilayah mereka. Air dari kolam ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, pengairan pertanian, hingga mungkin untuk keperluan kerajaan.
Selain memiliki fungsi praktis, Kolam Segaran juga dikenal karena keindahan dan nilai estetikanya. Menurut cerita masyarakat setempat, pada malam hari terutama saat bulan purnama, cahaya bulan akan terpantul di permukaan air kolam dan menciptakan suasana yang menakjubkan. Dari sinilah nama Citra Wulan diyakini berasal, karena “citra” berarti bayangan atau pantulan, sedangkan “wulan” berarti bulan. Pemandangan ini membuat kolam tersebut menjadi tempat yang sakral dan menenangkan bagi penduduk Majapahit kala itu.
Kini, Kolam Segaran menjadi salah satu objek wisata sejarah di Mojokerto yang banyak dikunjungi wisatawan. Selain menawarkan keindahan alam dan nuansa historis, kolam ini juga menjadi simbol kejayaan Majapahit yang masih terasa hingga sekarang. Melalui keberadaan Kolam Segaran, masyarakat modern dapat belajar tentang kearifan lokal dalam mengelola air dan alam, serta menghargai peninggalan bersejarah yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.