Legenda Bektiharjo

URL Cerital Digital: https://bloktuban.com/2016/02/21/asal-usul-tuban-dan-pemandian-bektiharjo

Di Kabupaten Tuban, terdapat sebuah kisah lama yang masih lekat dengan kehidupan masyarakat hingga sekarang. Kisah itu bermula dari seorang Adipati bernama Raden Arya Dandang Wacana, putra Adipati Lumajang, yang suatu hari menerima wangsit gaib. Dalam pesan tersebut, ia diperintahkan untuk membuka sebuah hutan bambu, atau alas papringan, menjadi sebuah pemukiman baru. Namun, kedatangannya bertepatan dengan musim kemarau panjang. Tanah di hutan itu tandus, kering, dan sulit ditumbuhi tanaman. Air pun sangat langka, membuat harapan untuk menjadikan wilayah itu sebagai pemukiman terasa hampir mustahil.

Dengan kesaktiannya, Raden Arya Dandang Wacana kemudian mencabut sebatang bambu dari tanah. Ajaibnya, dari lubang bekas cabutan bambu itu keluar air yang deras dan jernih. Dalam bahasa Jawa, peristiwa itu disebut metu banyu, yang berarti air keluar dari tanah. Dari kata metu banyu inilah kemudian lahir nama Tuban, nama yang kini melekat pada kabupaten tersebut.

Sumber air yang muncul dari tanah itu tidak pernah kering meski musim kemarau melanda. Hingga kini, masyarakat Tuban mengenalnya sebagai Sendang Widodaren, sebuah sendang yang berada di kawasan wisata pemandian Bektiharjo. Airnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi sumber kehidupan utama bagi warga sekitar. Bahkan, kejernihan dan kesegarannya menjadikan tempat ini sebagai salah satu pemandian alami yang terkenal di Tuban.

Legenda ini menunjukkan betapa erat hubungan antara alam, manusia, dan pangan. Air dari sendang bukan sekadar untuk diminum, melainkan juga menjadi penopang utama kehidupan. Tanpa air, tanah tidak bisa ditanami, padi tidak akan tumbuh, dan masyarakat tidak dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, masyarakat Tuban memandang sumber air Bektiharjo sebagai anugerah besar yang harus dijaga bersama.

Kini, kawasan pemandian Bektiharjo bukan hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi pengingat akan kisah asal-usul Tuban. Dari bambu yang dicabut hingga keluarnya air abadi, masyarakat belajar tentang pentingnya menjaga sumber daya alam. Air yang dulu lahir dari legenda, kini terus menghidupi generasi demi generasi.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.