Asal-usul Desa Jrambe berawal dari kisah seseorang yang datang dari tempat yang jauh dan melewati sebuah hutan lebat yang dipenuhi pohon jambe. Karena banyaknya pohon tersebut, kawasan itu dikenal sebagai Hutan Jambe. Orang tersebut kemudian memutuskan untuk membuka lahan dan membangun tempat tinggal di area itu. Untuk mendirikan rumah, ia menebang beberapa pohon jambe sebagai bahan bangunan, lalu beristirahat sejenak dari pekerjaannya.
Saat kehausan, ia melihat pohon jeram (jeruk) yang tumbuh tidak jauh dari tempatnya bekerja. Ia memetik buah jeruk tersebut untuk melepas dahaga. Dua jenis pohon inilah pohon jambe dan pohon jeram yang kemudian menjadi cikal bakal nama Jrambe, hasil gabungan dari kedua nama pohon tersebut. Nama ini terus digunakan hingga berkembang menjadi permukiman yang kita kenal sekarang.
Pohon jambe sendiri dikenal bermanfaat sebagai obat tradisional. Berbagai bagian tanaman ini, seperti biji dan daunnya, telah lama dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan alami. Keberadaannya sejak dahulu menunjukkan bahwa kawasan Jrambe merupakan wilayah yang subur dengan potensi tanaman berkhasiat.
Seiring berjalannya waktu, dusun-dusun di wilayah ini mulai terbentuk dan berkembang. Saat ini, Desa Jrambe terdiri dari tiga dusun, yaitu Dusun Jrambe, Dusun Kauman, dan Dusun Sumber Agung. Ketiga dusun tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan pemukiman di Kecamatan Dlanggu, Mojokerto.
Kisah asal-usul Desa Jrambe tidak hanya menggambarkan sejarah pembukaan lahan baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana alam, terutama pohon jambe dan pohon jeruk, memainkan peran penting dalam identitas sebuah wilayah. Tradisi lisan ini menjadi warisan sejarah yang terus hidup di tengah masyarakat setempat.