Legenda Dusun Bantal

URL Cerital Digital: https://trawaslagi.blogspot.com/2018/04/inilah-legenda-dusun-bantal-kecamatan.html?m=1

Dusun Bantal di Kecamatan Trawas, Mojokerto, kini dikenal luas sebagai kampung durian berkat popularitas durian Bantal yang terkenal punel dan lezat. Namun, di balik ketenaran komoditas buahnya, dusun ini memiliki sejarah panjang dan legenda menarik mengenai asal-usul namanya. Kisah tersebut berakar pada masa pasca runtuhnya Kerajaan Majapahit, tepatnya sekitar abad ke-16, ketika Kesultanan Mataram tengah memburu sisa-sisa pasukan Majapahit hingga ke wilayah Trawas.

Dalam perjalanan tersebut, para punggawa Mataram hanya membawa perbekalan sederhana berupa sekantung karak. Salah satu punggawa bernama Mbah Gundo Wijoyo dikenal memiliki kesaktian luar biasa, bahkan ditakuti oleh makhluk halus seperti jin, setan, dan banaspati. Dalam sebuah perjalanan, Mbah Gundo Wijoyo menemukan sebuah sumber air yang asri dan menenangkan. Karena kelelahan, beliau tertidur di dekat sumber air tersebut dengan menjadikan sekantung karak sebagai bantal.

Lokasi tempat Mbah Gundo Wijoyo beristirahat kemudian disebut Sumber Tinep, singkatan dari Ati Menep yang bermakna menenangkan hati. Masyarakat setempat juga menyebutnya sumber jodoh karena diyakini membawa keberkahan, baik berupa jodoh pasangan hidup, rezeki usaha, jabatan, bahkan solusi bagi mereka yang memiliki banyak hutang. Keyakinan ini menjadi bagian dari tradisi lisan yang masih hidup hingga kini.Peristiwa Mbah Gundo Wijoyo yang “babat alas” sambil berbantal karak inilah yang kemudian menjadi dasar penamaan Dusun Bantal. Hingga saat ini, punden beliau dirawat dengan baik dan tetap menjadi pusat aktivitas spiritual masyarakat. Di lokasi tersebut terdapat pendopo yang setiap tahun digunakan untuk acara ruwah desa. Meski beberapa pengunjung merasakan kesan angker, banyak pula yang merasakan ketenangan setelah berlama-lama berada di sana.

Di sebelah punden terdapat sumber air yang berasal dari tujuh titik mata air, dikenal sebagai Sumber Pitu. Dalam kepercayaan Jawa, angka tujuh melambangkan pitulungan atau pertolongan, sehingga sumber ini diyakini membawa keberkahan bagi warga maupun pendatang. Selain kekayaan tradisi dan sejarahnya, Dusun Bantal memiliki potensi wisata yang sangat menarik, mulai dari wisata budaya hingga wisata alam dan kuliner, terutama durian Bantal yang telah menjadi ikon kebanggaan warga setempat.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.