Sumber Jiddin merupakan salah satu mata air yang terletak tidak jauh dari Sumber Macan. Meski dekat secara lokasi, keduanya memiliki cerita rakyat yang sangat berbeda. Para sesepuh Desa Trawas bahkan menyebut Sumber Jiddin sebagai sumber yang “jahat” karena berbagai kejadian ganjil yang kerap dikisahkan turun-temurun. Di sumber ini, terdapat beragam ikan yang sering muncul ketika ada orang yang mendekat.
Suatu hari, seorang warga Desa Trawas bernama Sarim pulang dari sawah dan memutuskan mandi di Sumber Jiddin. Saat itulah ia melihat seekor ikan kuthuk berada di pinggir sungai kecil yang mengalir dari sumber tersebut. Tanpa pikir panjang, Sarim menangkap ikan itu dan membawanya pulang. Ikan kuthuk memang dikenal sebagai lauk lokal yang bernilai gizi tinggi, terutama karena kandungan proteinnya.
Setibanya di rumah, Sarim segera membakar ikan itu dan memakannya dengan sangat lahap. Namun setelah selesai makan, ia tiba-tiba merasakan sakit hebat pada perutnya. Dalam kondisi kesakitan, Sarim mengeluh pada keluarganya dan tanpa sadar mengucapkan kata-kata aneh yang membuat semua orang terkejut: “Kembalikan anakku, kembalikan anakku!”Keluarga yang mendengarnya menjadi bingung dan khawatir.
Mereka menduga bahwa ikan kuthuk yang dimakan Sarim mungkin merupakan anak dari penunggu Sumber Jiddin makhluk gaib yang kerap diceritakan menjaga tempat tersebut. Karena kalimat yang diucapkan Sarim terus berulang tanpa henti, suasana rumah semakin mencekam.
Tidak lama kemudian, Sarim meninggal dunia. Warga di sekitar kemudian mempercayai bahwa kematian Sarim disebabkan karena ia tidak mengembalikan “anak” penunggu Sumber Jiddin yang telah ia makan. Kisah tragis ini menjadikan Sumber Jiddin semakin dikenal sebagai sumber yang angker, sekaligus memperkuat tradisi lisan masyarakat untuk berhati-hati ketika mengambil sesuatu dari alam tanpa izin.