Mata Air Sumber Buntung

URL Cerital Digital: https://mojokerto.disway.id/wisata-kuliner/read/5524/mata-air-sumber-buntung-selain-jernih-airnyajuga-menyimpan-sejuta-legenda#:~:text=Bahkan%2C%20hingga%20kini%20banyak%20yang,mengambil%20airnya%20sebagai%20obat%20tradisional.&text=Selain%20legendanya%2C%20Sumber%20Buntung%20juga,untuk%20Penampilan%20Modis%20dan%20Memukau.&text=Beberapa%20penelitian%20menunjukkan%20bahwa%20PH,%23%20sumber%20air

Di Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah mata air yang sejak lama menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat setempat. Orang-orang menyebutnya Sumber Buntung. Airnya jernih, mengalir tanpa henti, dan memantulkan bayangan pepohonan besar yang menaunginya. Di balik kesederhanaan wujudnya, Sumber Buntung menyimpan kisah tua yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Konon, mata air ini telah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Bersama Sumber Dandang dan beberapa sumber air lain di sekitarnya, Sumber Buntung membentuk kompleks perairan kuno yang diyakini sakral. Pada masa lalu, sumber-sumber ini menjadi penopang utama kehidupan. Airnya digunakan untuk minum, memasak, membersihkan diri, dan menyirami tanaman. Dalam kehidupan agraris, air adalah pangan paling dasar, lebih berharga daripada apa pun.

Letak Sumber Buntung berada di bawah naungan pohon besar, tak jauh dari pemukiman warga. Suasana di sekitarnya selalu terasa teduh dan hening. Masyarakat percaya bahwa kejernihan airnya bukan sekadar anugerah alam, tetapi juga hasil dari keseimbangan antara manusia dan lingkungan yang dijaga sejak zaman leluhur.

Cerita yang beredar menyebutkan bahwa air Sumber Buntung memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Banyak warga yang datang membawa wadah sederhana untuk mengambil airnya. Air itu diminum langsung atau dibawa pulang sebagai obat tradisional. Kepercayaan ini tumbuh bukan dari cerita kosong, melainkan dari pengalaman panjang masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Air Sumber Buntung mengalir deras sepanjang tahun. Bahkan ketika musim kemarau melanda dan banyak sumber air lain mengering, mata air ini tetap hidup. Bagi warga Randubango, hal ini menjadi tanda bahwa alam selalu menyediakan kebutuhan dasar manusia selama dijaga dengan baik.

Beberapa orang tua desa meyakini bahwa para leluhur Majapahit telah memahami pentingnya menjaga sumber air. Karena itu, kawasan sekitar Sumber Buntung tidak pernah dirusak. Pepohonan dibiarkan tumbuh, tanah dijaga agar tidak tercemar, dan air diambil secukupnya. Sikap ini diwariskan secara lisan, menjadi aturan tak tertulis yang dipatuhi bersama.

Air sebagai pangan memiliki fungsi yang sangat jelas di Sumber Buntung. Ia menghilangkan dahaga, menjaga kesehatan tubuh, dan menjadi dasar dari segala bentuk kehidupan. Warga setempat bahkan terbiasa meminum air ini tanpa dimasak, karena percaya akan kemurnian dan kandungan mineral alaminya. Bagi mereka, air bukan sekadar cairan, tetapi sumber kekuatan.

Kini, Sumber Buntung mulai dikenal lebih luas. Banyak pengunjung datang untuk merasakan kesegaran airnya dan menikmati suasana alami di sekitarnya. Namun di tengah peluang pengembangan sebagai destinasi wisata, warga tetap mengingat pesan leluhur. Air ini tidak boleh dieksploitasi berlebihan. Ia harus tetap bersih, tenang, dan terjaga.

Kisah Sumber Buntung mengajarkan bahwa pangan paling mendasar dalam kehidupan manusia adalah air. Tanpa air, ladang tidak akan tumbuh, tubuh tidak akan sehat, dan kehidupan tidak akan berlanjut. Dari mata air yang tak pernah kering ini, masyarakat Randubango belajar tentang kesederhanaan, rasa syukur, dan tanggung jawab menjaga alam.

Di akhir cerita ini, Sumber Buntung berdiri sebagai simbol hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan. Selama air dijaga, kehidupan akan terus mengalir. Selama manusia menghormati alam, alam akan memberi tanpa pamrih. Inilah pesan moral yang diwariskan oleh kearifan lokal Jawa Timur, bahwa sumber kehidupan harus dirawat dengan hati, bukan hanya dimanfaatkan dengan tangan.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.