Mbah Buyut Ganti

URL Cerital Digital: https://bloktuban.com/2023/10/09/populer-telur-bebek-asinnya-begini-sejarah-desa-cangkring-tuban-36815.html#:~:text=Beliau%20adalah%20seorang%20pendakwah%20dan,memperkenalkan%20sebagai%20desa%20berbasis%20sedekah.

Di Desa Cangkring, Kabupaten Tuban, hidup sebuah kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi. Cerita ini berkaitan dengan dua tokoh penting yang dianggap sebagai sesepuh desa, yaitu Mbah Buyut Ganti dan Mbah Buyut Tubah. Mereka berdua dikenal sebagai sosok yang pertama kali membuka lahan hutan belantara hingga akhirnya terbentuk perkampungan yang kini bernama Desa Cangkring.

Seiring waktu, semakin banyak pendatang menetap di desa ini. Kehidupan masyarakat berlangsung dengan damai meskipun terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengikuti Mbah Buyut Ganti di sebelah timur dan kelompok yang mengikuti Mbah Buyut Tubah di sebelah utara. Keduanya hidup berdampingan dalam kerukunan.

Namun, sebuah ujian besar datang ketika musim kemarau panjang melanda. Lahan pertanian mengering, tanaman gagal panen, dan masyarakat mulai mengalami kekurangan pangan. Kesulitan itu diperparah dengan ketiadaan air bersih yang membuat kehidupan sehari-hari semakin berat. Dalam keadaan genting tersebut, warga berkumpul dan memutuskan untuk memohon pertolongan kepada kedua sesepuh desa.

Masyarakat mendatangi Mbah Buyut Ganti dan Mbah Buyut Tubah dengan penuh harap. Konon, di tempat semedi mereka masing-masing terjadi sebuah keajaiban. Dari tanah yang kering muncul sumber mata air jernih. Air itu terus mengalir dan tidak pernah surut, bahkan di tengah kemarau paling panjang sekalipun. Warga kemudian menggali dan membangun sumur di dua lokasi itu. Sumur di tempat Mbah Buyut Ganti dikenal sebagai sumur wetan, sedangkan sumur di tempat Mbah Buyut Tubah disebut sumur lor. Hingga kini, kedua sumur tersebut masih digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih.

Selain menghadirkan air, kehidupan masyarakat Desa Cangkring juga erat kaitannya dengan pangan lokal berupa telur bebek. Desa ini sejak lama terkenal dengan produksi telur bebek asin yang menjadi salah satu penopang kebutuhan protein masyarakat sekaligus sumber mata pencaharian. Kehadiran sumber air dari Mbah Buyut Ganti dan Mbah Buyut Tubah memungkinkan warga untuk tetap memelihara bebek meski dalam musim kering, sehingga kebutuhan pangan berupa telur dapat terjaga.

Kisah Mbah Buyut Ganti bukan hanya mengisahkan asal-usul desa, tetapi juga menyimpan pesan tentang pentingnya sumber pangan dan air sebagai penopang kehidupan. Mukjizat keluarnya air dari bumi di saat krisis memberi keyakinan bahwa keberlangsungan hidup manusia selalu bergantung pada keseimbangan alam dan kearifan dalam mengelolanya.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.