Nyai Ageng Pinatih

URL Cerital Digital: https://www.liputan6.com/jatim/read/4925671/nyai-ageng-pinatih-syahbandar-gresik-yang-jadi-ibu-angkat-sunan-giri

Pada masa kejayaan Majapahit, hidup seorang tokoh perempuan yang kisahnya melegenda di Gresik, bernama Nyai Ageng Pinatih. Dikisahkan bahwa Patih Semboja, seorang pejabat kerajaan, suatu ketika menghadap Raja Brawijaya. Dalam kesempatan itu, Raja memberi sebidang tanah di wilayah Gresik kepada Nyai Ageng Pinatih, seorang perempuan bijak yang dipercaya berasal dari Champa. Sejak tahun 1412, ia pun menetap di Gresik Wetan, tak jauh dari Desa Gapura.

Nyai Ageng Pinatih dikenal bukan sekadar perempuan biasa. Ia seorang saudagar besar dengan kapal-kapal dagang yang berlayar ke berbagai penjuru Pulau Jawa. Dari tanah Gresik, ia membawa serta barang dagangan berupa beras, rempah, dan hasil laut. Semua itu bukan hanya untuk kebutuhan sendiri, melainkan menjadi sarana perdagangan yang menghubungkan Gresik dengan negeri-negeri jauh. Ia menjalin relasi luas, menguasai berbagai bahasa, dan dihormati sebagai tokoh yang mampu membuka jalur kemakmuran bagi banyak orang.

Karena keahliannya dalam mengatur perdagangan dan pelabuhan, serta semakin ramainya kapal singgah di pesisir Gresik, Raja Majapahit Brawijaya V mengangkat Nyai Ageng Pinatih sebagai syahbandar pada tahun 1458. Sebagai syahbandar, ia bertanggung jawab menjaga ketertiban pelabuhan, mengatur keluar masuk kapal, serta memastikan perdagangan berjalan lancar. Beras dan hasil bumi dari pedalaman Jawa bertemu dengan hasil laut dan rempah yang datang dari negeri seberang. Semua itu mengalir melalui pelabuhan Gresik, dan di tangan Nyai Ageng Pinatih, pangan bukan hanya menjadi kebutuhan, melainkan sumber kehidupan dan kekuatan ekonomi.

Kisah Nyai Ageng Pinatih bukan sekadar legenda tentang saudagar perempuan, melainkan cermin betapa pangan telah menjadi pengikat persaudaraan antarbangsa. Melalui perdagangan beras dan rempah, ia mempertemukan budaya, bahasa, serta masyarakat dari berbagai negeri. Maka, hingga kini, sosoknya tetap dikenang sebagai tokoh yang membawa kemakmuran Gresik lewat jalan perdagangan dan pangan.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.