
Di pelosok Madiun, tepatnya di Dusun Ketupu, Desa Sebayi, terdapat sebuah tempat yang sejak lama dikenal dengan nama Punden Kramat Dandang. Letaknya berada di tengah hutan, sekitar satu kilometer dari permukiman warga. Untuk mencapainya, orang harus berjalan menyusuri jalan setapak bekas jalur kereta kayu yang sudah lama ditinggalkan.
Punden ini berdiri di tepi sebuah sungai kecil yang oleh warga setempat dinamakan Kali Kramat. Di sana, tampak sebuah gundukan tanah sederhana yang dikelilingi oleh batu dan pecahan genteng. Dahulu, genteng-genteng itu dipercaya pernah digunakan untuk menutup sebuah cungkup kecil sebagai pelindung. Wujud punden mungkin tampak sederhana, tetapi bagi masyarakat sekitar, tempat ini sarat makna.
Yang membuat punden ini istimewa adalah keberadaan pohon-pohon yang tumbuh mengelilinginya. Di sana tumbuh pohon worawari, yang lebih dikenal sebagai kembang sepatu, serta pohon sono yang menjulang gagah. Kedua pohon ini bukan sekadar penghias alam. Sejak lama, masyarakat Jawa mengenal worawari sebagai tanaman obat yang bermanfaat untuk kesehatan. Bunganya dipercaya dapat meredakan panas dalam, daunnya sering digunakan sebagai ramuan tradisional untuk menurunkan demam atau memperkuat rambut. Sementara pohon sono, dengan batangnya yang kokoh, memberikan naungan sekaligus menjadi bagian dari alam yang menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar punden.
Punden Kramat Dandang tidak hanya menjadi tempat peristirahatan sunyi, tetapi juga pernah menjadi tujuan orang-orang yang datang dengan harapan tertentu. Mereka percaya, dengan ketulusan hati dan doa, permintaan yang disampaikan di sana bisa mendapatkan restu. Kehadiran pohon worawari dan sono menambah nuansa sakral, seolah alam pun ikut menjaga dan memberikan kehidupan melalui obat-obatan yang berasal dari tanaman itu.
Bagi masyarakat, keberadaan tanaman obat di sekitar punden menjadi pengingat bahwa alam menyediakan penopang kehidupan. Fungsi pangan dan obat dari worawari, misalnya, menunjukkan bagaimana tumbuhan yang tumbuh liar sekalipun dapat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan manusia. Dengan cara ini, kisah Punden Kramat Dandang tidak hanya berbicara tentang tempat sakral, tetapi juga tentang hubungan manusia dengan alam yang memberi kehidupan, dari tubuh kerbau hingga dedaunan yang menjadi penawar sakit.
Hingga kini, Punden Kramat Dandang masih dikenang sebagai bagian dari warisan budaya Madiun. Ia mengajarkan pentingnya menghormati alam, menjaga janji, serta merawat tradisi yang diwariskan turun-temurun.