Di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, terdapat sebuah sumber mata air yang sejak dahulu dikenal dengan nama Sumber Jalil. Sumber ini dahulu begitu besar dan jernih, hingga menjadi tumpuan hidup bagi warga sekitar. Airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga menyirami tanaman di ladang.
Konon, Sumber Jalil pernah menjadi sumber utama bagi warga Pulau Gili Ketapang. Ketika persediaan air bersih di pulau mereka menipis, masyarakat datang berbondong-bondong mengambil air dari sumber ini. Dari situlah Sumber Jalil bukan hanya dianggap sebagai anugerah alam, tetapi juga sebagai penghubung kehidupan antara warga daratan dan kepulauan.
Keberadaan sumber air yang besar itu menjadikan lingkungannya subur dan kaya akan kehidupan. Ikan-ikan air tawar hidup di aliran yang jernih, sehingga masyarakat pun menjadikannya sebagai sumber pangan utama. Ikan segar hasil tangkapan dimasak menjadi aneka hidangan khas Jawa Timur, seperti pindang serani, ikan bakar, atau dimasukkan ke dalam sayur asem segar. Ikan dari Sumber Jalil bukan hanya mengenyangkan perut, melainkan juga memberi asupan gizi yang menjaga ketahanan tubuh masyarakat pesisir.
Cerita tentang Sumber Jalil terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak hanya tentang kejernihan air yang tak pernah kering, tetapi juga tentang hubungan erat antara manusia, air, dan pangan. Dari sumber inilah masyarakat belajar bahwa menjaga alam berarti menjaga kelangsungan hidup. Setiap ikan yang ditangkap dari airnya, setiap tetes air yang dimanfaatkan, adalah bagian dari doa agar bumi tetap subur dan pangan selalu tersedia.