Sumur Tua di Rumah Dinas Walikota Probolinggo

URL Cerital Digital: https://www.wartabromo.com/2021/04/01/cerita-mistis-dan-legenda-sumur-tua-di-rumdin-wali-kota-probolinggo/

Di tanah Probolinggo yang kini ramai oleh aktivitas kota, tersimpan sebuah kisah lama tentang sembilan sumur kehidupan. Usianya diperkirakan sudah mencapai dua abad, jauh sebelum Probolinggo berkembang seperti sekarang. Menurut penuturan para sesepuh, sembilan sumur itu bukanlah sumur biasa. Ia dibangun oleh nenek moyang Padukuhan Banger, yang kala itu menjadi cikal bakal berdirinya Probolinggo.

Pembangunan sumur-sumur tersebut bukan tanpa alasan. Konon, para leluhur ingin menghadirkan sebuah sumber kehidupan yang tidak pernah kering, agar tanah Probolinggo makmur dan masyarakatnya sejahtera. Setiap tetes air dari sumur diyakini sebagai anugerah yang akan menghidupi ladang, mengairi sawah, dan menjaga ketersediaan pangan pokok berupa padi. Dari padi itu, lahirlah nasi yang menjadi makanan utama bagi warga Jawa Timur, simbol kenyang dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat percaya, sembilan sumur ini dijaga oleh makhluk halus yang setia menjaga keseimbangannya. Ki Lora Welang, seorang tokoh yang sering ditanya mengenai sejarah sumur, pernah mengatakan bahwa hanya tujuh sumur yang diketahui lokasinya hingga kini. Dua sisanya seakan hilang ditelan waktu, meski dipercaya masih ada di suatu tempat. Keberadaan sumur-sumur itu tetap dianggap sakral, sebagai bagian dari doa panjang nenek moyang agar tanah Probolinggo tidak pernah kekurangan air dan hasil panen.

Hingga kini, kisah sembilan sumur masih diceritakan dari mulut ke mulut. Ia menjadi pengingat bahwa kemakmuran suatu daerah tidak hanya berasal dari kerja keras manusia, tetapi juga dari hubungan yang harmonis dengan alam. Padi yang tumbuh subur di tanah Probolinggo, nasi yang mengisi piring setiap rumah, dan kesejahteraan masyarakat, semuanya bersumber dari air kehidupan yang mengalir dari sembilan sumur itu. Cerita ini mengajarkan bahwa pangan tidak hanya soal kebutuhan, melainkan juga warisan budaya yang lahir dari doa dan harapan leluhur.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.