Sumurmati

URL Cerital Digital: https://radarbromo.jawapos.com/features/1001625954/cerita-asal-usul-sumurmati-sumberasih

Di sebuah desa yang bernama Sumurmati, hidup sebuah kisah lama tentang seorang tokoh yang dikenal sebagai Mbah Ramoy. Ia dipercaya sebagai pembabat alas desa, sosok yang membuka hutan belantara hingga akhirnya berdiri perkampungan yang makmur. Namun, hingga kini tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui di mana makam Mbah Ramoy berada.

Togay, salah satu keturunannya yang kini berusia tujuh puluh tiga tahun, percaya bahwa makam sang leluhur berada di sekitar sumur keramat desa. Keyakinan itu berawal dari mimpi yang dialaminya sejak remaja. Dalam mimpinya, seorang lelaki tua berjenggot panjang mengaku sebagai buyutnya. Lelaki itu tinggal di sekitar sumur yang kini telah ditutup. Ia pernah berpesan agar Togay mengambil sebuah kotak bertuliskan huruf Arab di tempat tertentu pada pukul tujuh pagi. Namun, pesan itu tidak pernah dilakukan, sebab sang lelaki tua melarang petunjuk tersebut dibocorkan kepada siapa pun.

Seiring waktu, sumur peninggalan Mbah Ramoy menjadi tempat tirakat bagi banyak orang. Mereka datang dengan harapan bisa menemukan pusaka peninggalan sang leluhur. Akan tetapi, kepercayaan masyarakat menyebutkan bahwa pusaka itu hanya bisa ditemukan oleh keturunan Mbah Ramoy sendiri. Karena itu, tempat ini dijaga dengan penuh rasa hormat. Warga yakin bahwa siapa pun yang bersikap sembarangan di sekitar sumur bisa terkena hal buruk.

Mulyono, seorang warga sekaligus juru kunci sumur, pernah menyaksikan seorang petani mencoba menghidupkan mesin bor air di sekitar sumur untuk mengairi sawahnya. Namun, usahanya tidak berhasil dan justru menimbulkan keresahan. Kisah ini semakin meneguhkan keyakinan warga bahwa sumur tersebut dijaga oleh kekuatan gaib dan tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Bagi masyarakat Sumurmati, sumur ini bukan hanya peninggalan leluhur, tetapi juga sumber kehidupan. Air dari sumur keramat dipercaya membantu menjaga kesuburan tanah, sehingga padi tumbuh dengan baik dan sawah selalu menghasilkan panen. Padi yang diolah menjadi nasi telah menjadi makanan pokok sekaligus lambang kesejahteraan. Dari sumur keramat Mbah Ramoy, masyarakat belajar bahwa pangan tidak hanya datang dari kerja keras manusia, melainkan juga dari berkah alam dan doa leluhur yang menjaga keseimbangan desa.

Bagikan Cerita Rakyat

Artikel Terbaru

Ingin Berkontribusi?

Mari bersama melestarikan warisan Nusantara melalui cerita, data, dan kolaborasi.